Krisis Jarum Suntik Corona Hantui Dunia, RI Juga Kena?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
24 August 2020 12:32
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia masih dihadapkan potensi krisis-krisis kesehatan lanjutan meski sinyal positif penemuan berbagai vaksin corona sudah ada titik terang. Salah satunya adalah ancaman krisis pasokan jarum suntik untuk keperluan imunisasi vaksin covid-19.

The Guardian, sempat melaporkan pemerintah Amerika Serikat telah menghabiskan ratusan juta dolar sebagai upaya menghindari kekurangan jarum suntik untuk persiapan vaksinasi covid-19. Hal ini terjadi setelah negara tersebut mengalami kekurangan alat pelindung diri (APD) selama masa pandemi terjadi.

Disebutkan bahwa krisis jarum suntik ini akan mulai terjadi tahun depan saat gelombang kedua dan ketiga vaksinasi. Belum lagi, karena terjadinya peningkatan kapasitas produksi dan mulai dipasarkan vaksin yang paling lambat musim dingin 2020 ini maka akan terjadi gangguan rantai pasokan jarum suntik.


"Apa yang telah kami sampaikan kepada pemerintah di seluruh dunia adalah, jika berencana melakukan program imunisasi untuk Covid-19, pemerintah perlu memesannya [jarum suntik] sekarang dan tidak menunggu sampai vaksinnya siap," kata Troy Kirkpatrick, juru bicara Becton, Dickinson & Co, lebih dikenal sebagai BD dilansir dari The Guardian, Sabtu (22/8/2020).

Bagaimana dengan nasib Indonesia?

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan pemerintah Indonesia sudah memikirkan hal itu, sehingga masyarakat tak perlu khawatir. Apalagi industri dalam negeri sudah mampu memproduksi jarum suntik untuk berbagai vaksin.

"Sekarang BUMN PT Indofarma (Persero) Tbk telah memproduksi 100 juta jarum suntik pada tahun ini," kata Wiku saat konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/8).

Ia menambahkan bahkan kapasitas produksi Indofarma akan ditingkatkan menjadi tiga kali lipat untuk memenuhi kebutuhan imunisasi covid-19 yang rencananya akan berlangsung awal 2021 mendatang.

"Untuk tahun depan kapasitas meningkat lebih dari 300 juta jarum suntik. Kemampuan Indonesia untuk jarum suntik bisa dipenuhi dari dalam negeri," tegas Wiku.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading