WHO: Tanpa Vaksin, Herd Immunity adalah Omong Kosong

News - dob, CNBC Indonesia
18 August 2020 20:26
Nurses gather in front of the National Museum holding placards with the names of their colleagues who died in their fight against the new coronavirus pandemic, during a protest marking International Nurses Day, in Brasilia, Brazil, Tuesday, May 12, 2020. (AP Photo/Eraldo Peres)

Jakarta, CNBC Indonesia- Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan tidak ada satupun wilayah di dunia yang memiliki herd immunity terhadap Virus Corona (Covid-19). Pasalnya belum banyak penduduk yang memiliki antibodi untuk menghentikan penyebaran.

Herd immunity biasanya dicapai dengan vaksinasi dan kebanyakan ilmuwan memperkirakan setidaknya 70% populasi harus memiliki antibodi untuk mencegah penyebaran wabah. Tetapi beberapa ahli telah menyarankan bahwa meskipun hanya setengah populasi memiliki kekebalan, mungkin ada efek perlindungan.

Kepala Bidang Kedaruratan WHO Dr. Michael Ryan, mengatakan bahwa seharusnya kita tidak hidup dalam harapan semua untuk mencapai herd immunity .


"Sebagai populasi global, kita tidak berada di dekat tingkat kekebalan yang dibutuhkan untuk menghentikan penularan penyakit ini," katanya seperti dikutip dari AP. "Ini bukanlah solusi dan bukan solusi yang harus kita cari."

Sebagian besar penelitian yang dilakukan hingga saat ini menunjukkan hanya sekitar 10% hingga 20% orang yang memiliki antibodi.

Dr. Bruce Aylward, penasihat senior direktur jenderal WHO, menambahkan bahwa setiap kampanye imunisasi massal dengan vaksin COVID-19 akan bertujuan untuk menjangkau lebih dari 50% populasi dunia.

"Kami tidak ingin salah," katanya. "Anda ingin merencanakan untuk mendapatkan cakupan yang tinggi dan tidak terbuai dengan saran yang sangat menggoda bahwa (ambang kekebalan kelompok) bisa jadi rendah," ujarnya.

Isu herd immunity kembali mencuat setelah kota Wuhan, Hubei China melakukan berbagai kegiatan sosial yang menunjukkan tidak ada ketakutan terhadap Covid-19. Mereka melakukan pesta di kolam renang yang sesak tanpa memakai masker.

Wuhan diyakini merupakan asal muasal dari Covid-19 sebelum menyebar ke seluruh dunia.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading