18 Tewas, India Periksa Kotak Hitam Boeing-737 yang Jatuh

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
09 August 2020 19:21
Officials stand on the debris of the Air India Express flight that skidded off a runway while landing at the airport in Kozhikode, Kerala state, India, Saturday, Aug. 8, 2020. The special evacuation flight bringing people home to India who had been trapped abroad because of the coronavirus skidded off the runway and split in two while landing in heavy rain killing more than a dozen people and injuring dozens more. (AP Photo/C.K.Thanseer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyelidik India mulai memeriksa kotak hitam (black box) pesawat Boeing-737 pasca kecelakaan yang menewaskan 18 orang pada Minggu (9/8/2020).

Pada Jumat (7/8/2020), pesawat maskapai Air India Express, yang memulangkan warga India yang terdampar di Dubai karena pandemi virus corona (Covid-19), melampaui landasan pacu Bandara Internasional Calicut di dekat kota selatan Kozhikode dalam hujan lebat.

Kecelakaan pun tak terelakkan. Pesawat itu jatuh ke lembah dan pecah menjadi dua. Peristiwa tersebut menjadi kecelakaan penerbangan terburuk di negara itu dalam satu dekade terakhir.


Kepala Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India, Arun Kumar mengatakan negara itu akan membuka transkrip yang dipulihkan kepada penyelidik internasional, serta produsen pesawat Boeing.

"Hanya setelah melakukan penyelidikan menyeluruh dan tidak bias, kami dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," kata Kumar, dalam wawancara dengan Reuters.

Landasan pacu 2.700 meter di bandara ini dikenal sebagai "tabletop", istilah penerbangan untuk landasan pacu dengan penurunan tajam di salah satu atau kedua ujungnya.

Mereka menyisakan sedikit ruang untuk kesalahan jika pilot melampaui landasan pacu, baik karena kesalahan manusia atau kegagalan mekanis.

Pada Sabtu (8/8/2020) malam, Kumar mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pilot melakukan upaya pendaratan yang dibatalkan menjadi headwind dan kemudian melakukan pendekatan kedua dengan tailwind, dan mendarat 1.000 meter di landasan.

Seorang pejabat kendali lalu lintas udara yang mengetahui kecelakaan itu mengonfirmasi versi kejadian ini, menambahkan bahwa tidak biasa mencoba pendaratan di bandara dengan penarik angin, yang biasanya digunakan untuk lepas landas.

"Panjang landasan pacu di Calicut sekitar 2.700 meter dan pesawat menyentuh tanah setelah melintasi jarak 1.000 meter, menyisakan sedikit ruang untuk menghentikan pesawat," kata pejabat itu, yang menolak disebutkan namanya.

"Saat itu berangin dan hujan serta permukaan landasan pacu basah. Dalam kasus seperti itu, cuacanya dinamis."

Hingga berita ini diturunkan, juru bicara Air India tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun perusahaan telah mengatakan akan membayar kompensasi kepada keluarga korban meninggal.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading