WHO Bicara Soal Vaksin: Perburuan yang Cukup Bersejarah!

News - Herdaru P, CNBC Indonesia
03 August 2020 21:10
Tedros Adhanom. AP/Christophe Ena

Jakarta, CNBC Indonesia - WHO atau World Health Organization (Organisasi Kesehatan Dunia) masih terus melakukan investigasi khusus soal keberadaan virus corona (covid-19) di dunia ini.

WHO mengatakan tim investigasi tingkat lanjut masih belum kembali dari China di mana virus tersebut awalnya muncul.

Bahkan Tim yang segera diterjunkan lagi akan lebih besar di mana terdiri dari para 'expert' WHO China dan internasional. Tujuannya cuma satu, mempelajari asal-usul virus di kota Wuhan itu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan keberadaan virus ini merupakan darurat kesehatan global terbesar sejak awal abad ke-20. Perburuan vaksin ini pun juga yang terbesar sepanjang sejarah.

"Ada banyak vaksin dalam uji coba, ada beberapa dalam tahap akhir uji klinis - dan ada harapan. Itu tidak berarti bahwa kita akan memiliki vaksin, tetapi setidaknya kecepatan kita mencapai tingkat yang kita capai sekarang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya dilansir Reuters, Senin (3/8/2020).

"Ada kekhawatiran bahwa kita mungkin tidak memiliki vaksin yang dapat berfungsi, atau perlindungannya hanya untuk beberapa bulan, tidak lebih. Tetapi sampai kita menyelesaikan uji klinis, kita tidak akan tahu."

Tedros mendesak semua negara untuk secara ketat menegakkan langkah-langkah kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan, mencuci tangan dan rutin melakukan pengecekan virus.

"Pesan kepada orang-orang dan pemerintah jelas: 'Lakukan semuanya'," kata Tedros. Ia mengatakan penggunaan masker harus menjadi simbol solidaritas keliling dunia.

"Sejumlah vaksin sekarang dalam uji klinis fase tiga dan kami semua berharap memiliki sejumlah vaksin efektif yang dapat membantu mencegah orang terinfeksi. Tapi tidak ada 'silver bullet' saat ini dan mungkin tidak pernah ada."



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading