Bukan Lagi Cabai, Tapi Emas Perhiasan Biang Kerok Inflasi

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
03 August 2020 12:28
[Tak Hanya Logam Mulia, Perhiasan Saat Ini Banyak Diburu Warga Untuk Investasi.(CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat emas dan perhiasan menyumbang inflasi tertinggi selama bulan Juli 2020. Hal ini disebabkan harga emas yang meningkat tajam di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan data dari situs logammulia.com, emas Antam batangan 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.028.000/batang. Harga tersebut merupakan yang termahal sepanjang sejarah. Sementara itu, untuk harga emas batangan 100 gram yang biasa menjadi acuan dibanderol Rp 97.012.000/batang atau Rp 970.120/gram.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipantau, 80 kota mengalami kenaikan harga emas dan perhiasan. Adapun emas dan perhiasan masuk dalam kelompok perawatan pribadi yang tercatat inflasi paling tinggi 0,93% dengan andil 0,06%.

"Penyebab inflasi yang paling tinggi karena komoditas dominan adalah kenaikan harga emas perhiasan yang memberikan andil ke inflasi 0,05%," ujarnya, Senin (3/8/2020).

Menurutnya, harga emas dan perhiasan melonjak tajam karena dinilai sebagai investasi paling aman di masa pandemi Covid-19 ini. Oleh karenanya, hampir semua kota yang dilakukan survei mengalami kenaikan harga yang tinggi.

"Harga emas naik tajam dan capai puncak dan kalau kita lihat harga emas naik terjadi di 80 kota IHK," kata dia.

Lanjutnya, kenaikan harga emas tertinggi mencapai 10% yakni terjadi di kota Bungu. Kemudian disusul oleh Tarakan, Medan dan Padang dengan masing-masing kenaikan sebesar 9%.

Meski emas dan perhiasan menyumbang inflasi tertinggi, sepanjang Juli 2020 tercatat deflasi 0,10%. Hal ini disebabkan masih banyak komoditas pangan yang mengalami penurunan harga yang tajam seperti bawang merah, bawang putih hingga daging ayam ras.

"Ini yang menyebabkan di Juli masih terjadi deflasi 0,10%," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kilau Emas Tak Terbendung


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading