Ngeri, Prancis Laporkan 400-500 Kluster Baru Covid-19

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
20 July 2020 17:26
Hospital workers march during a demonstration, Tuesday, June 16, 2020 in Paris. French hospital workers and others are protesting in cities around the country to demand better pay and more investment in France's public hospital system, which is considered among the world's best but struggled to handle a flux of virus patients after years of cost cuts. France has seen nearly 30,000 virus deaths. (AP Photo/Thibault Camus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pihak berwenang Prancis melaporkan ada 400-500 kluster Covid-19 baru di negara itu. Namun, pemerintah meyakinkan belum ada tanda-tanda gelombang kedua yang akan terjadi.

Ini dikatakan Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran. Ia berujar kluster baru melibatkan rumah pemotongan hewan, panti jombo dan juga reuni keluarga selama musim panas.



"Tapi kami sangat jauh dari gelombang kedua," katanya meyakinkan sebagaimana dikutip dari AFP, Senin (20/7/2020).

Ia mengatakan orang-orang sudah diminta memakai masker, termasuk di ruang tertutup seperti toko, pasar dan gedung administrasi. Tujuannya, kata dia, bukan membuat takut tapi waspada.

Secara nasional, angka "R" yang mengindikasikan tingkat penularan berada di 1,2. Artinya dari 10 orang terinfeksi akan menginfeksi 12 orang tambahan.

Namun di beberapa daerah, angka R lebih tinggi yakni 1,55. Ini terjadi di wilayah mediterania selatan seperti Marseille dan Nice.

"Jika tren yang mengkhawatirkan berlanjut, pemerintah akan mempertimbangkan lagi penguncian regional atau perintah penguncian nasional baru," kata Veran.

"Semua opsi ada di meja."




Sementara itu, Prancis sudah menerapkan denda bagi orang-orang tanpa masker di ruang publik berisiko. Di mana mereka harus membayar 135 euro atau US$ 155.

Pemerintah juga menargetkan bisa menyediakan 60 juta masker pada Oktober 2020. Sebelum wabah dimulai, masker hanya sebanyak 3,5 juta,

Prancis jadi salah satu negara terpukul karena Covid-19 di Eropa. Angka kematian lebih dari 30.150 orang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Heboh Boikot Produk Prancis di RI, Pengusaha: Tak Berpengaruh


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading