Kacau! 1 Juta Orang Terinfeksi Corona Dalam 100 Jam

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
18 July 2020 17:04
Doctor Giovanni Passeri, top left, with his assistant doctor Mariaconcetta Terracina, has 82-year-old patient Mario read his note about his medical conditions during a routine examination as part of a night shift in his ward in the COVID-19 section of the Maggiore Hospital in Parma, northern Italy Wednesday, April 8, 2020. Mario has been under oxygen CPAP (continuous positive air pressure) headgear ventilation and he could only communicate in writing because the hissing sound of the oxygen made it difficult for him to hear the doctor's voice. Mario's health conditions have been worsening since after his admission on March 28. He died in the evening of April 14. (AP Photo/Domenico Stinellis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Untuk pertama kalinya penambahan kasus Covid-19 mencapai 1 juta hanya dalam 100 jam. Hingga Jumat (17/07/2020) infeksi Covid-19 secara global melewati 14 juta dan penghitungan Reuters menandai pertama kalinya ada lonjakan hingga 1 juta kasus dalam waktu kurang dari 100 jam.

Kasus pertama dilaporkan di Tiongkok pada awal Januari dan butuh tiga bulan untuk mencapai 1 juta kasus. Hanya butuh empat hari untuk naik menjadi 14 juta kasus dari 13 juta yang tercatat pada 13 Juli.

Epicentrum corona di dunia yakni Amerika Serikat kini mencatat lebih dari 3,6 juta kasus, dan masih terus bertambah setiap harinya.  Amerika Serikat melaporkan rekor global harian lebih dari 77.000 infeksi baru pada Kamis (16/07/2020), sementara Swedia telah melaporkan total 77.281 kasus sejak pandemi dimulai.


Di negara yang terkena dampak Covid-19 mereka menggunakan masker untuk memperlambat penyebaran virus, suatu tindakan pencegahan yang secara rutin dilakukan di banyak negara. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump dan para pengikutnya justru menentang penggunaan masker dan  menyerukan untuk kembali ke kegiatan ekonomi normal dan membuka kembali sekolah-sekolah meskipun ada kasus-kasus yang melonjak.

Negara-negara lain yang sangat terpukul telah "melandaikan kurva" dan mengurangi pembatasan untuk memperlambat penyebaran virus baru sementara yang lain, seperti kota Barcelona dan Melbourne, menerapkan putaran kedua penutupan lokal. Dilansir dari Reuters, WHO mencatat jumlah kasus corona secara global adalah sekitar tiga kali lipat dari penyakit influenza parah yang dicatat setiap tahun.

Pandemi ini juga telah menewaskan lebih dari 590.000 orang dalam hampir tujuh bulan, hampir lebih banyak dari kisaran atas kematian influenza tahunan yang dilaporkan di seluruh dunia. Kematian pertama dilaporkan pada 10 Januari di Wuhan, Cina sebelum infeksi dan kematian kemudian melonjak di Eropa dan kemudian di Amerika Serikat.

Penghitungan Reuters berdasarkan pada laporan pemerintah, menunjukkan penyakit ini paling cepat di Amerika yang merupakan lebih dari setengah infeksi dunia dan setengah kematiannya. Di Brasil, lebih dari 2 juta orang dinyatakan positif termasuk Presiden Jair Bolsonaro, dan lebih dari 76.000 orang telah meninggal.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading