Barang-Barang Impor Ini Banjiri RI dalam 6 Bulan

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
15 July 2020 18:47
Progres konstruksi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) makin dikebut dengan telah selesainya proses perakitan mesin Tunnel Boring Machine (TBM) yaitu alat bor raksasa yang didatangkan khusus dari Zhanghuabang Wharf, Shanghai Tiongkok.  Sejak pertama kali dirakit pada pertengahan Februari 2019,  alat bor raksasa ini kini segera dioperasikan menembus lapisan tanah di bawah tol Cikampek mulai KM 3+300, dari arah Jakarta. (Dok. KCIC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, nilai impor Indonesia pada Juni 2020 mencapai US$ 10,76 miliar atau naik 27,56% dibandingkan dengan Mei 2020, namun dibandingkan Juni 2019 turun 6,36%.

Kepala BPS Suhariyanto merinci impor nonmigas Juni 2020 mencapai US$ 10,09 miliar atau naik 29,64% dibandingkan Mei 2020 dan naik 3,12% jika dibandingkan dengan Juni 2020.

Sementara itu, impor migas pada Juni sebesar US$ 0,68 miliar atau naik 2,98% dibandingkan Mei 2020, namun turun 60,47% jika dibandingkan dengan Juni 2019.


"Peningkatan impor nonmigas terbesar Juni 2020 dibandingkan Mei 2020 adalah golongan mesin dan peralatan mekanis senilai US$432,4 juta atau 33,98%, sedangkan penurunan terbesar adalah golongan pupuk senilai US$38,7 juta 31,34%," jelas Suhariyanto dalam video conference, Rabu (15/7/2020).

Adapun tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Juni 2020, yakni Tiongkok senilai US$ 18,14 miliar atau 28.63%, Jepang US$ 6,09 miliar atau 9,61%, dan Singapura US$ 4,21 miliar atau 6,64%. Sementara impor nonmigas dari ASEAN US$ 12,27 miliar atau 19,37% dan Uni Eropa US$ 5 miliar atau 7,89%.

"Nilai impor seluruh golongan penggunaan barang selama Januari-Juni 2020 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada golongan barang konsumsi atau 3,77%, bahan baku/penolong 15%, dan barang modal 16,82%," ujar Suhariyanto.

Berikut 10 golongan barang yang diimpor paling banyak dari Januari-Juni 2020, yang paling besar memang barang modal, selebihnya ada barang konsumsi:

1. Mesin dan peralatan mekanis US$ 10,83 miliar
2. Mesin dan perlangkapan elektrik US$ 8,73 miliar
3. Kendaraan dan bagiannya US$ 2,58 miliar
4. Ampas/sisa industri makanan US$ 1,49 miliar
5. Gula dan kembang gula US$ 1,39 miliar
6. Pupuk US$ 663,3 juta
7. Logam mulia, perhiasan/permata US$ 614,1 juta
8. Kendaraan bermotor/komponennya, terbongkar tidak lengkap US$ 203,8 juta
9. Barang tekstil jadi lainnya US$ 138,8 juta
10. Kereta api, trem, dan lainnya US$ 67,2 juta.

"Selama Januari-Juni 2020, nilai impor sepuluh golongan barang turun US$3 120,6 juta atau 10,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dilihat dari peranannya, sepuluh golongan tersebut memberikan kontribusi 42,16% terhadap total impor nonmigas
Indonesia," jelas Suhariyanto.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading