Jokowi ke Para Menteri: Ganti Channel ke Mode 'Krisis'

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
09 July 2020 10:23
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, (7/7/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/ Kris)

Jakarta, CNBC IndonesiaPresiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada jajarannya agar memiliki sense of crisis yang sama. Kepala negara mengingatkan, bahwa situasi yang dialami indonesia bukanlah perkara mudah.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara tertutup pada Selasa (7/7/2020). Pernyataan Jokowi dalam rapat diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, seperti dikutip Kamis (9/7/2020).

"Kita harus ganti channel. Dari ordinary, pindah ke channel extraordinary. Dari cara-cara yang sebelumnya rumit, ganti channel ke cara-cara yang cepat dan cepat dan cara-cara yang sederhana," kata Jokowi.



Jokowi masih melihat jajarannya masih bekerja biasa-biasa saja meskipun dalam situasi new normal. Kepala negara menginginkan bukti konkret bahwa semua persoalan yang selama ini menghambat bisa diselesaikan.

"Dari cara yang SOP normal, kita harus ganti channel ke SOP yang shortcut. SOP yang smart shorcut. Gimana caranya? Bapak, ibu, dan saudara lebih tahu dari saya menyelesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja," ujarnya.

Jokowi lantas mengungkap alasannya kerap kali menyampaikan hal ini. Menurut dia, kondisi ekonomi dunia saat ini dalam situasi yang tidak mudah. Bahkan, belum ada tanda-tanda adanya perbaikan.

"Karena saya merasakan ini mengerikan lho. Bukan hal yang biasa, ini mengerikan. Kepala negara yang saya telepon, hampir semua saya telepon mengatakan hal yang sama. Dari waktu ke waktu, prediksi ekonomi dunia juga tidak semakin baik, semakin buruk," katanya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading