Internasional

Bukan Trump atau AS, Xi Jinping & Putin Diramal Pimpin Dunia

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
09 July 2020 10:08
Vladimir Putin & Xi Jinping

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada prediksi menarik dari salah satu pengamat yang dimuat di Washington Post lalu dikutip CNN International. Dalam tulisannya pengamat tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping akan mengambil alih kepemimpinan dunia dan mengubah tatanan global.

Prediksi ini disampaikan David Ignatius seorang jurnalis senior media itu. Kedua negara kuat itu, kata dia, akan mengambil keuntungan apalagi jika Presiden AS ke-45 Donald Trump gagal dalam pemilu November nanti.


Baik Putin dan Xi Jinping, ujarnya, mendapat manfaat dari inkonsistensi kebijakan yang diciptakan oleh Trump selama memimpin AS. Bahkan posisi negara paling berpengaruh di dunia mungkin tidak akan lagi dipegang oleh Negeri Paman Sam.

Contohnya, terkait "perlawanan" AS saat mendapat tekanan. AS dinilai lemah saat ada laporan yang menuduh Rusia telah membayar Taliban untuk membunuh pasukan AS di Afghanistan.

Di mana AS tidak menanggapi dengan tegas hal tersebut Sementara Kedutaan Besar Rusia di Washington dan Taliban telah membantah klaim tersebut dengan gamblang.

Perubahan tatanan dunia itu pun menjadi semakin mungkin, setelah Putin dan Xi mengukuhkan diri sebagai presiden "abadi" di negara masing-masing. Sebagaimana diketahui Putin kini sepertinya akan kembali menjadi presiden Rusia, dengan perubahan konstitusi yang baru-baru ini ia lakukan.

Sementara Xi Jinping sudah melakukan hal itu jauh-jauh hari di 2018. Di mana China sudah mencabut pembatasan jabatan yang semula dua kali periode atau dua kali dalam lima tahun.

"Putin ada dalam bisnis balas jasa. Dia yakin AS yang menghancurkan bekas negaranya, Uni Soviet. Dia suka AS merasakan sakit," jelas Ignatius dalam tulisannya, dikutip Kamis (9/7/2020).

"Dia sekarang memiliki banyak tahun untuk pembalasan ekstra."

Hal yang sama juga diutarakan oleh mantan perwira senior AS. Meski Trump sangat sangar pada sejumlah negara tapi kedua pemimpin ini memiliki "jabatan abadi" sebagai kartu andalan.

"Putin (misalnya) mengungguli dia (Trump dalam pemilu)," tulis CNN mengutip sumber.

Menurut Robert Blackwill dalam analisisnya untuk Dewan Hubungan Luar Negeri, jika Trump memang tidak memenangkan pemilu nanti, akan banyak pekerjaan rumah bagi presiden AS baru,

Dalam hubungan dengan China misalnya, presiden harus membujuk Beijing, melalui kekuatan AS, aliansi yang lebih mumpuni, dan diplomasi yang cerdas. "Bahwa AS akan terus tumbuh lebih kuat di Asia dengan sekutu dan teman-temannya, dan akan dengan kuat menghadapi tindakan China yang tidak stabil," ujarnya.



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading