532 Ribu Orang Wafat Gegara Corona, Meksiko Terbanyak Kelima

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
05 July 2020 08:00
A convoy of Italian Army trucks is unloaded upon arrival from Bergamo carrying bodies of coronavirus victims to the cemetery of Ferrara, Italy, where they will be cremated, Saturday, March 21, 2020. The transfer was made necessary since Bergamo mortuary reached maximum capacity. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some it can cause more severe illness, especially in older adults and people with existing health problems. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah korban tewas akibat pandemi Covid-19 di Meksiko menembus 30.366 jiwa per Sabtu (4/7/2020) waktu setempat. Seperti dilaporkan AFP, jumlah kematian di negara itu sudah melewati Prancis dan berada di urutan kelima di dunia.

"Sampai hari ini, 30.366 orang yang dites positif Covid-19 di laboratorium telah meninggal," ujar Direktur Nasional Departemen Epidemiologi Kementerian Kesehatan Meksiko Jose Luis Alomia dalam konferensi pers, kemarin.

Menurut penghitungan di laman www.worldometers.info/coronavirus, Minggu (5/7/2020), jumlah kematian akibat Covid-19 di Prancis mencapai 29.893.

Sementara itu negara dengan jumlah kematian terbanyak di dunia masih diduduki AS dengan 132.318) disusul kemudian Brasil (64.365), Inggris (44.198), dan Italia (34.854).


Sampai dengan hari ini, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di dunia sudah mencapai 11.365.171. Dari jumlah itu, sebanyak 532.694 orang meninggal dan 6.428.377 sembuh.

AS menduduki posisi teratas negara yang paling banyak melaporkan kasus konfirmasi positif Covid-19, yaitu 2.934.176. Disusul kemudian Brasil 1.577.004 dan Rusia 674.515.

Sementara itu Indonesia per Sabtu (4/7/2020) pukul 12.00 WIB melaporkan kasus konfirmasi positif mencapai 62.142. Dari jumlah itu sebanyak 3.089 meninggal dan 28.219 sembuh.

Seperti dikutip dari CNBC International, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, meski di sejumlah negara telah ada penurunan kasus konfirmasi positif Covid-19, namun permasalahan ini belum berhenti. Bahkan, kondisi saat ini masih belum mendekati akhir pandemi.

"Secara global, pandemi ini masih naik ... Kita ingin ini selesai. Kita ingin mendapatkan kembali kehidupan kita. Tetapi realitas terberatnya adalah ini belum juga mendekati akhir," katanya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading