Prabowo Ajukan Anggaran Rp129,3 T di 2021, Buat Apa Saja?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
05 July 2020 07:25
Menhan Prabowo dan Menhan UEA, Mohammed Al Bawardi merampungkan perjanjian kerjasama pertahanan antar kedua negara, perbincangan dilakukan scr informal di gurun pasir luas sambil melepas Elang berburu. (Twitter/Dahnilanzar

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp 129,3 triliun pada tahun anggaran 2021 mendatang untuk mencapai target pembangunan di bidang pertahanan.

Hal tersebut terungkap dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2021 yang bertajuk Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi, seperti dikutip CNBC Indonesia, Minggu (5/7/2020).

"Pagu indikatif Kementerian Pertahanan TA 2021 adalah sebesar Rp 129,3 triliun," tulis penjelasan dokumen tersebut.

Alokasi anggaran itu bersumber dari rupiah murni sebesar Rp 113,1 triliun, penggunaan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 2,1 triliun, penggunaan BLU Rp 3,1 triliun, dan SBSN Rp 900 miliar.

"Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pencapaian target prioritas pembangunan nasional di bidang pertahanan."

Adapun program-program Kemenhan antara lain porgram penggunaan kekuatan, program modernisasi alutsista dan non alutsista dan sarana prasarana pertahanan, program pembinaan sumber daya pertahanan, dan program profesionalisme dan kesejahteraan prajurit.

"Selain itu, alokasi rupiah murni juga ditujukan untuk penyelesaian proyek/kegiatan yang ditunda/terhambat akibat adanya pandemi Covid-19 di TA 2020," tulis dokumen tersebut.

Dalam dokumen ini, disebutkan beberapa sasaran output strategis Kemenhan pada 2021. Salah satunya, adalah dukungan pengadaan alat utama sistem senjata TNI (alutsista) sebanyak 5 paket.

Kemudian, dukungan pengadaan munisi kaliber kecil sebanyak 1 paket, dukungan pengadaan atau penggantian kendaraan tempur sebanyak 12 unit, hingga KRI, KAL, Alpung dan Ranpur/Rantis Matra Laut sebanyak 14 unit.

"Dukungan pengadaan/penggantian pesawat udara dan lainnya sebanyak 4 unit," tulis dokumen tersebut.



Lantas, apakah pengadaan/penggantian pesawat udara itu berkaitan dengan rencana pembelian unit Sukhoi Su-35?

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Rusia. Ini merupakan kunjungan pertama sang meneri selepas pandemi Covid-19 menghambat dunia.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menemui Wakil Menteri Pertahanan Rusia Colonel General Alexander Formin di Kantor Kementerian Pertahanan Rusia, pada Selasa (23/6/2020), waktu setempat.

"Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membicarakan hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, latihan bersama, serta kerja sama industri pertahanan," tulis Kemenhan.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi sebelumnya memang telah membantah pertemuan Prabowo dan Formin membahas secara detail rencana pembelian 11 unit Sukhoi Su-35 senilai US$ 1,14 miliar.

Namun, patut digarisbawahi ini merupakan kunjungan kedua Prabowo ke Rusia dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Pada awal 2020, tepatnya akhir 2020 sebelum munculnya pandemi, Prabowo sempat melakukan kunjungan kerja ke Rusia. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menemui Shoygu di kantor Kemenhan Rusia.

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, bertemu dengan Wamenhan Russia, Colonel General Alexander Fomin, Selasa (23/6) di Kantor Kemhan Rusia, di Moscow. (Dok. Twitter @Kemhan_RI)Foto: Suasana pertemuan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dengan Wamenhan Russia, Colonel General Alexander Fomin, Selasa (23/6/2020) di Kantor Kemhan Rusia, di Moscow. (Dok. Twitter @Kemhan_RI)



Kemudian pada Mei, tersiar kabar dari laman stasiun televisi milik Kementerian Pertahanan Rusia, Zvezda, Rosoboronexport - perwakilan negara untuk ekspor dan impor teknologi pertahanan Rusia - merilis informasi terkait Sukhoi Su-35.

Pwerusahaan tersebut meyakinkan mampu memenuhi kebutuhan Indonesia akan pesawat tempur multiguna tersebut. Tak hanya itu, Rosoboronexport bahkan menjanjikan siap memenuhi apapun permintaan Indonesia terkait Sukhoi Su-35.

Rosoboronexport bahkan menyinggung Amerika Serikat yang dianggap menekan negara-negara lain, termasuk Indonesia untuk membatalkan akusisi Sukhoi Su-35 yang dianggap sebagai sebuah manifestasi dari kompetisi yang tidak adil.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Prabowo Ungkap Nasib Pembelian 11 Unit Sukhoi Su-35 Rp15,75 T


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading