Bos MIND ID Sebut Cadangan Emas Antam akan Makin Berkurang

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
01 July 2020 13:04
Tambang emas bawah tanah Pongkor, Jawa Barat, milik Antam (Doc.Antam) Foto: Tambang emas bawah tanah milik ANTM di Pongkor, Jawa Barat (Dokumentasi Antam)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengungkapkan Holding Industri Pertambangan BUMN memiliki target laba sebesar Rp 2,1 triliun di 2020.

Salah satu sumbangan laba berasal dari kinerja PT Antam Tbk yang mengandalkan komoditas emas. Namun demikian, ada tantangan yang harus diwaspadai oleh manajemen MIND ID.

"PT Antam untuk emas dalam dua-tiga tahun ini akan semakin berkurang reserve-nya," ujar Orias dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Kendati demikian, dia tidak menyebutkan besaran penurunan cadangan emas. Satu yang pasti, Orias bilang kalau diperlukan eksplorasi serius antara Antam dengan perusahaan-perusahaan demi meningkatkan cadangan tersebut.

"Dari target laba Rp 2,1 triliun itu dengan kondisi yang ada sekarang ini akan menurun. Jadi ini sesuai yang kami sedang lakukan di dalam grup ini supaya tidak mengalami penurunan. Kita lakukan efisiensi sebagaimana kita sampaikan tadi," kata Orias.



Sebab, menurut dia, dampak pandemi mengakibatkan harga dan permintaan komoditas tambang menurun. Hal itu tentu berdampak kepada kinerja perseroan secara keseluruhan.

Orias pun mengatakan manajemen akan melakukan stress test terhadap semua anggota MIND ID, yaitu PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Timah Tbk.

"Setelah dapat hasil dari stress test, kita ambil langkah di semua anak usaha kami, termasuk efisiensi. Proyek-proyek besar terdampak dengan sendirinya," kata Orias.

Lebih lanjut, dia mengatakan, tanpa dijadwalkan, para mitra tidak bisa bergerak. Ini karena bisa jadi ada wilayah kerja yang masuk dalam zona merah Covid-19 sehingga mau tidak mau akan dilakukan penundaan.



"Ekspekstasi sampai Oktober, syukur bergerak. Ada kontrak-kontrak kemungkinan bisa mempercepat proyek. Tergantung mitra, dari China ekspektasi Oktober baru ada pergerakan," ujar Orias.




Lalu, bagaimana dengan nasib karyawan? Menurut dia, semua akan dilihat manajemen pada kuartal II-2020. Bagaimana dampak Covid-19 terhadap bisnis ke depan dari sisi demand hingga harga.

Orias bilang akhir bulan depan akan diadakan rapat dengan semua direksi dan komisaris MIND ID untuk melakukan evaluasi apakah langkah efisiensi lebih lanjut bisa menyentuh karyawan.



"Seandainya harus ke sana pun pilihan-pilihan kami siapkan, yakni pertama akan kami akan lakukan penjadwalan shifting kerja, kemudian menyentuh tunjangan dulu, baru pemotongan gaji, sampai di rumahkan. Itu langkah yang masih jauh mungkin kejadian 2-3 tahun lagi," kata Orias.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Tegang! Detik-Detik Dirut Inalum Diusir Anggota Komisi VII


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading