Jokowi: Kalau Belum Siap New Normal, Jangan Dipaksa!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
30 June 2020 10:52
Jokowi Kunjungan ke Jawa Timur. Dok:  Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pimpinan kepala daerah agar memiliki keberanian untuk menutup kembali wilayahnya apabila data perkembangan Covid-19 naik secara signifikan.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengararahan untuk penanganan Covid-19 terintegrasi di Provinsi Jawa Tengah, Semarang, yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (30/6/2020).

"Kalau memang keadaannya naik, ya tutup lagi. Harus berani putuskan seperti itu," katanya.

Jokowi menegaskan para pemimpin daerah harus menggunakan saran dari pakar maupun merujuk pada data keilmuan sebelum memutuskan apakah akan menerapkan normal baru di wilayahnya.



"Jangan sampai kita berani membuka, masuk ke new normal, tetapi keadaan data masih belum memungkinkan. Jangan dipaksa," ujarnya.

"Ada yang namanya prakondisi. Kalau sudah ada prakondisi masuk yang kedua, timing kapan kita buka. Timing-nya harus tepat. Jangan sampai Rt-nya masih tinggi di atas 1, R0 masih tinggi, kita sudah berani buka. Hati-hati," lanjut eks Wali Kota Solo itu.

Jokowi menegaskan bahwa intervensi berbasis lokal menjadi hal yang paling efektif saat ini dalam menekan Covid-19. Lantas, apa yang dimaksud oleh Jokowi?

"Jadi mengkarantina dan mengisolasi RT, mengisolasi RW, kampung atau desa lebih efektif daripada kita karantina kota atau kabupaten. Jadi strategi ini agar kita pakai bersama sehingga kita harap terjadi penurunan Rt atau R0," kata Jokowi.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading