Seperti di Wakanda! Ini Potensi Harta Karun Rare Earth RI

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
23 June 2020 20:10
Infografis/Luhut, Prabowo & Mineral Berharga Bernama Rare Earth/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Rare earth element (REE) atau biasa disebut elemen 'tanah jarang' menjadi sorotan setelah pertemuan antara Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Mereka bertemu untuk membahas penggunaan elemen tersebut untuk industri persenjataan.

Indonesia pun seperti Wakanda!

Wakanda merupakan negara fiksi yang ada dalam film Marvel, Black Panther. Di Wakanda, terdapat kekayaan mineral bernama Vibranium yang bisa digunakan untuk senjata maut.


Deputi Bidang Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan semua potensi Rare Earth ini sedang dilakukan penelitian.

"Semua ini kemarin kita dapat info dari salah satu Profesor ITB itu di Nikel kadar rendah ini juga ada, dia lihat potensi rare earth. Tapi yang Inalum lihat itu di Timah itu," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa, (23/06/2020).

Infografis/Luhut, Prabowo & Mineral Berharga Bernama Rare Earth/Aristya RahadianFoto: Infografis/Luhut, Prabowo & Mineral Berharga Bernama Rare Earth/Aristya Rahadian
Infografis/Luhut, Prabowo & Mineral Berharga Bernama Rare Earth/Aristya Rahadian

Ia menyebut hal itulah yang menjadi pembicaraan antara Menko Marves dan Menteri Pertahanan. Tanah jarang ini menurutnya banyak manfaatnya, misalnya saja di Amerika yang memanfaatkan tanah jarang ini untuk komponen elektronik dan sistem persenjataan.

"Ya banyak sih penggunaanya, salah satunya itu. Lagi dilihat untuk eksplorasinya karena kita perlu tahu jumlah cadangan dulu seberapa, segala macamnya. Yang sudah di lihat itu di Timah," jelasnya.

Rencana hilirisasi komoditas ini menurutnya akan tergantung dari seberapa cepat eksplorasi dilakukan. Nanti, imbuhnya, akan ada teknologinya setelah diketahui jumlah cadangannya.

"Ini sedang diteliti potensinya, ada di PT Timah. AS (memanfaatkan), banyaklah," paparnya.

Menurut kajian Pusat Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi, Badan Geologi, Kementerian ESDM, REE di Indonesia ditemukan di Sumatera, Jawa hingga Kalimantan. REE banyak ditemukan di mineral monazit, zirkon dan xenotim.

Saat ini PT Timah Tbk dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) masih dalam tahap mengkaji berbagai hal terkait dengan REE termasuk nilai keekonomian proyek. Artinya Indonesia masih berada di tahap awal pengembangan industri ini.

Mimpi Indonesia untuk ikut menjadi pemain dalam produksi REE global harus dipersiapkan. Pengelolaan REE harus dilakukan dengan baik dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan sumber daya, pemrosesan, disposal dan kebijakan serta payung hukum yang jelas.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading