Sri Mulyani: Tak Ada Manajemen Anggaran yang Se-Transparan RI

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
23 June 2020 16:55
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (CNBC Indonesia/Lidya Kembaren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pengelolaan anggaran Indonesia sangat transparan dibandingkan negara lainnya. Sebab, semua proses pelaksanaan dan penggunaan anggaran akan selalu di paparkan ke publik.

Menurutnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selalu memaparkan hasil pelaksanaan tidak hanya melalui konferensi pers tapi juga melalui website resmi. Jadi, siapapun bisa melihat realisasi penggunaan anggaran yang dilakukan Kementerian Lembaga (K/L).

"Itu di dalam website dan pelaksanaannya tiap bulan bahkan kami Kemenkeu sampaikan ke masyarakat, disebut briefing media tiap bulan. Berapa penerimaan negara dan tiap komponennya, dan bagaimana belanja kita. Itu per bulan," ujarnya di Gedung DPR RI, Selasa (23/6/2020).

"Dari sisi transparansi, Indonesia rangking cukup tinggi, dari mulai dokumen penganggaran kita sampaikan ke publik, kita sampaikan per bulan dan DPR masih punya otoritas atau power untuk awasi pemerintah dan akhirnya audit BPK," tegasnya.

Selain pelaksanaannya, dalam penyusunan APBN pemerintah melalukan dengan transparan. Dimana, saat penyusunan akan di bahas terlebih dahulu dengan DPR sebelum dituangkan dalam RUU APBN.

Cek dan ricek pun dilakukan untuk memastikan anggaran yang disusun betul-betul bermanfaat dan mampu mendorong perekonomian dan visi misi pembangunan pemerintah.

"Ini suatu mekanisme check and balance yang baik. Pemerintah merencanakan, anggarkan, bahas dengan DPR, DPR pengawasan dan kemudian kita pertanggungjawabkan diperiksa BPK lalu disampaikan ke DPR untuk bahas lagi dengan RUU tanggung jawab," kata dia.

Lanjutnya, bahkan hal ini tidak dilakukan oleh semua negara. Sebab proses ini sangat panjang dan membutuhkan waktu yang panjang.

Bahkan hal ini dinilai rumit sehingga banyak negara tidak melakukannya. Tapi Indonesia melakukan karena mempunyai sistem politik yang jumlah partainya banyak.

"Di negara lain, Rusia cuma satu partai, Amerika 2 partai, Inggris 2 partai, ini timbulkan warna tata kelola perundangan dan proses budgeting. Tapi dalam konteks ini pun, ini berjalan cukup baik. Tapi bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Masih ada ruang untuk perbaiki," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading