Gelisah Covid-19? Bappenas: 14-15 Orang/Jam Tewas Karena TBC

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
22 June 2020 13:40
Suharso monoarfa - Menteri Pn/bappenas (CNBC Indonesia/Anisatul Umah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan salah satu fokus pemerintah untuk tahun 2021 adalah reformasi sistem kesehatan nasional. Sebab, dengan adanya pandemi ini bisa terlihat sistem kesehatan nasional harus diperbaiki agar mampu menghadapi masalah lebih besar ke depannya.

Selain itu, dalam reformasi ini, Pemerintah juga menargetkan bisa melakukan pengendalian penyakit dan kesehatan lainnya di Indonesia seperti tuberkulosis (TBC), Malaria hingga Stunting.

Apalagi saat ini, Indonesia menjadi nomor 3 terbanyak untuk TBC dan tingkat kematian dari TBC sangat mengerikan. Sebab, tingkat kematian TBC hingga saat ini mencapai hingga 15 orang per jam.


"TBC hampir 900 ribu pasien dan 14-15 orang wafat per jam. Jadi kalau gelisah ada Covid-19, kalau kematian TBC diumumkan, banyak orang Indonesia yang akan gelisah," ujarnya di Ruang Rapat Komisi XI, Senin (22/6/2020).

Selain TBC, kemudian ada juga malaria yang diharapkan bisa diturunkan tahun depan. Dimana hingga saat ini sudah ada sebanyak 382 kota yang dieliminasi dari penyakit tersebut.

Kemudian, Kusta. Dengan adanya reformasi kesehatan ini diharapkan Indonesia akan bebas kusta seperti yang pernah diproklamasikan pada tahun 80'an. Sebab, saat ini Indonesia mempunyai kasus kusta tertinggi setelah Brazil dan India.

Selanjutnya imunisasi. Saat ini dari tingkat Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) anak Indonesia hanya mencapai 55%-60%, sehingga ke depan diharapkan bisa mencapai 90%.

"Saya inginkan IDL itu penting sekali, jadi kita terkonsentrasi di stunting padahal IDL termasuk pneumonia di anak luar biasa ancamannya dan ancam generasi Indonesia ke depan," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading