Nestapa Peserta Kartu Prakerja, Insentif kok Belum Cair Juga?

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
20 June 2020 10:18
infografis/ mengenal program kartu pra kerja/Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Program Kartu Pra Kerja Pemerintah sejak awal rencana peluncurannya telah mendapatkan pro dan kontra. Banyak pihak menilai program ini terlalu dipaksakan dan sarat kekurangan di tengah pandemi Covid-19.

Fakta di lapangan, program yang telah memasuki tahap III dan bahkan sebentar lagi akan dimulai tahap IV ini membuat banyak peserta kecewa. Sebab, hingga saat ini, insentif bagi peserta yang telah lulus di tahap awal belum juga cair.

Hal ini diungkapkan oleh peserta Kartu Pra Kerja yang telah lulus pada tahap I dan II, di mana, peserta mengeluhkan sampai saat ini belum juga menerima insentif yang telah dijanjikan pemerintah.


Pertama adalah Yolanda (27) yang merupakan peserta kartu pra kerja pada gelombang I. Ia mengatakan sudah menerima sertifikat kelulusan ikut program sejak bulan lalu dan insentif dijanjikan akan diterima pada 10 Juni 2020, namun sampai saat ini belum diterima.

"Harusnya sih dari 10 Juni. Saya sudah email juga tapi balasannya otomatis sama dengan ke teman-teman lainnya," ujarnya saat berbincang dengan CNBC Indonesia, pekan ini.

Selanjutnya ada Juanda (43) yang mengikuti program kartu pra kerja pada gelombang ke II. Dirinya juga dijanjikan akan menerima insentif pada 9 Juni 2020 tapi belum menerima juga sampai saat ini.

"Sertifikat sudah diterima dan di dashboard pra kerja saya sudah masuk insentif tapi masih proses terus sampai sekarang. Jadinya pusing. Saya juga sudah email tapi zonk," curhat Juanda.

Tak hanya melalui email, kedua nya juga sudah berusaha menagih janji pemerintah melalui sosial media resmi twitter dan instagram. Namun sampai saat ini tidak ada jawaban.

Adapun dalam balasan email dari info prakerja, dikatakan bahwa sistem pra kerja sedang mengalami antrian tinggi sehingga meminta para peserta untuk bersabar. Dengan balasan pesan otomatis tersebut, keduanya mengaku kecewa dengan janji-janji pemerintah dalam membantu masyarakat.

"Ya kalau bisa secepatnya proses evaluasi diselesaikan, kalau memang berat handle segitu banyak peminat Prakerja ya mungkin bisa tambah tim biar makin maksimal, sehingga gak jadi seperti ini. Soalnya di masa seperti sekarang banyak banget yang bergantung dan berharap sama program ini," kata Yolanda menutup perbincangan.

Senada, Juanda juga berharap insentif tersebut bisa segera diterima terutama dalam masa pandemi ini. " Saya berharap masalah ini bisa segera selesai dan saya terbantu dengan insentif itu," kata dia.

Sebagai informasi, program Kartu Prakerja sudah meloloskan 680.918 peserta pada gelombang 1-3. Pemerintah sendiri menargetkan pembukaan pendaftaran hingga November 2020 untuk menjaring 5,6 juta peserta. Setiap peserta akan mendapatkan manfaat Rp 3,55 juta. Anggaran program ini mencapai Rp 20 triliun.

Pemerintah menjanjikan total manfaat sebesar Rp 3,55 juta per peserta. Sebesar Rp 1 juta diberikan dalam bentuk voucher untuk membeli paket pelatihan. Selanjutnya, insentif sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan. Sisanya uang survei masing-masing Rp 50.000 untuk tiga kali survei.

Sebelumnya Kementerian Koordinator Perekonomian menjelaskan soal kapan pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 4 dibuka dan insentif peserta.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan saat ini pemerintah sedang melakukan perbaikan tata kelola pelaksanaan Kartu Prakerja yang dipimpin oleh Jamdatun (Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara).

Lantas kapan pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 4 dan insentif peserta dicairkan? Rudy Salahuddin memastikan setelah tata kelola baru diselesaikan.

"Sampai tata kelola yang baru ini jadi dulu dong. Bukan haya Perpres, tapi nanti ada aturan-aturan turunannya. Mungkin ada yang perlu diubah dari Permenko, dan ini yang harus kita selesaikan dulu. Jadi basis kita untuk menjalankan itu dengan tata kelola yang baru," ujar Rudi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Insentif 34.000 Peserta Prakerja Masih Tertahan, Kok Bisa?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading