Efek Covid-19

Cara Sri Mulyani Kelola Stres: Teriak Sendiri, Dengerin Ngaji

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
20 June 2020 07:50
Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Properti 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan tahun ini menjadi periode yang cukup berat akibat pandemi Covid-19. Sebab, pandemi virus corona ini tidak hanya mengancam perekonomian, tapi juga kesehatan.

Baginya, begitu juga dengan jajaran Kementerian Keuangan sebagai bendahara negara, situasi saat ini sangat berat karena di satu sisi kementerian harus membantu masyarakat yang terdampak Covid19 dan juga sekaligus mengumpulkan penerimaan negara untuk membiayai bantuan kepada tersebut.

Oleh karenanya, semua jajaran Kemenkeu termasuk dirinya harus pintar mengelola pikiran agar tidak stres dan ikut tertekan dalam mengelola keuangan negara. Apalagi peran Kemenkeu dinilai sangat penting dalam situasi genting dan darurat saat ini.


Ia pun membagikan tips yang biasa ia lakukan untuk menjaga agar pikiran tetap segar saat menghadapi kondisi seperti sekarang.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, untuk menjaga pikiran tetap stabil dan tidak tertekan, terkadang ia mencuri waktu di tengah kesibukan untuk melakukan hobinya seperti bernyanyi atau sekadar mendengarkan lagu hingga teriak-teriak sendiri agar tetap waras.

"Saya harus mengambil energi yang banyak, waktu tidur, untuk saya istirahat, reset pikiran saya tetap harus dilakukan, dengerin lagu, kadang-kadang dengarkan orang ngaji, kadang saya olah raga, nyanyi, teriak-teriak sendiri. Itu cara kita melakukan, anda semua punya cara sendiri untuk menyalurkan perasaan kalian," ujarnya dalam acara Townhall, Kemenkeu, Jumat (19/6/2020).

Ia pun berharap seluruh jajarannya agar tetap bisa menyempatkan waktu untuk menjalankan hobi atau hal yang bisa membuat bahagia. Dengan demikian, maka tugas sebagai pengelola keuangan negara bisa dilanjutkan kembali dengan perasaan yang lebih baik.

Hal ini terutama disampaikan kepada pemimpin unit seperti Direktur Jenderal, Sekjen hingga Direktur di lingkungan Kementerian Keuangan.

"Kita sebagai manusia harus punya cara untuk jadi manusia resilience, daya tahan, mampu hadapi situasi," katanya.

"Saya karena cukup berusia, berumur, saya alami banyak sekali asam garam kehidupan. Saya sudah alami beberapa kondisi ekonomi, krisis jadi itu banyak sekali membantu cara menghadapi, mindset, mental kita dan endurance dalam kemampuan untuk terus berkarya itu yang kita lakukan terus menerus," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading