Direksi Pertamina Dipangkas Erick, Ini Respons Ahok

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
13 June 2020 11:24
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahja Purnama, Ahok berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir di acara Peresmian Implementasi Program Biodiesel 30% (B30) di SPBU MT Haryono.  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru saja melakukan perombakan dan pemangkasan direksi PT Pertamina (Persero). Pemangkasan ini terbilang besar-besaran lantaran jumlah direksi yang sebelumnya 11 orang dikurangi menjadi hanya 6 orang saja.


Menanggapi pemangkasan direksi tersebut, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak mau banyak berkomentar. "Nanya ke dirut [direktur utama] dan Menteri BUMN," kata Ahok kepada CNBC Indonesia, Sabtu (13/6/2020).




Adapun dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina yang digelar Jumat (12/6/2020) perombakan direksi dilakukan.

Berikut struktur direksi Pertamina sebelumnya:

1. Direktur Utama Nicke Widyawati


2. Direktur Hulu Dharmawan H. Samsu


3. Direktur Pengolahan Budi Santoso Syarif


4. Direktur Pemasaran Korporat Basuki Trikora Putra


5. Direktur Pemasaran Ritel Mas'ud Khamid

6. Direktur Keuangan Emma Sri Martini

7. Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Mulyono

8. Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Talulembang

9. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Heru Setiawan

10. Direktur Sumber Daya Manusia Koeshartanto

11. Direktur Manajemen Aset M. Haryo Yunianto



Kemudian jajaran ini dirombak menjadi 6 Direksi di antaranya:

1. Direktur Utama Nicke Widyawati


2. Direktur Penunjang Bisnis M Haryo Yunianto

3. Direktur Keuangan Emma Sri Martini


4. Direktur Sumber Daya Manusia Koeshartanto

5. Direktur Logistik Mulyono
6. Direktur Strategi Iman Rachman

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan terkait hal ini ia ingin memastikan agar semua BUMN fokus pada bisnis utamanya. Pihaknya juga ingin agar fokus pada program restrukturisasi. Selain dua hal tersebut ada key performance indicator (KPI) yang hasilnya baik.


"Apa yang terjadi di Pertamina, ada holding juga, bukan super holding Pertamina sebagai holding di mana punya sub sub holding yang di holding itu direksinya harus 6 nggak boleh kebanyakan.

Selain Dirut ada juga finance, ada namanya human capital, ada namanya juga corporate service," ungkap Erick di kantornya, Jumat, (12/06/2020).


Di sub holding ini, imbuhnya, akan digabungkan unit yang sangat banyak di Pertamina jadi satu kesatuan unit bisnis. Misalnya sub holding upstream atau hulu. Di hulu menurutnya banyak kebijakannya yang tidak seirama, salah satu buktinya adalah lifting minyak menurun.


"Nah berarti apa yang mesti kita lakukan kebijakan yang satu kita satukan portofolio satukan ada namanya sinergitas untuk efisiensi ataupun untuk hal-hal yang lebih detail misal sharing knowledge supaya lifting minyak bisa stagnan atau tumbuh," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading