Pasien Corona Rekor, Kasus Jakarta & Jawa Timur Kejar-kejaran

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
09 June 2020 17:06
Warga melakukan Swab Test Covid-19 di RS Universitas Indonesia, Jakarta, Senin (2/6/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia- Setelah beberapa hari mengalami penurunan, DKI Jakarta pasien COVID-19 mengalami kenaikan pada Selasa (09/06/2020) sebanyak 232 orang. Dengan begitu total pasien positif COVID-19 di Jakarta menjadi 8.355 orang, dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Selain Jakarta, Jawa Timur mencatatkan penambahan pasien COVID-19 tertinggi dengan jumlah 220 orang. Total kasus positif COVID-19 di Jawa Timur mencapai 6.533 orang, dan menjadi yang tertinggi kedua di Indonesia.

"Penambahan ini menggambarkan kebiasaan baru harus benar-benar diterapkan karena penularan masih terjadi. Masih banyak kasus positif tanpa gejala dan masih ada perilaku masyarakat yang rentan tertular," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Selasa (09/06/2020).


Secara nasional penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 1.043 menjadi 33.076. Sementara itu pasien sembuh bertambah 510 menjadi 11.414. Kemudian pasien meninggal naik 40 menjadi 1.923.

Selain kedua provinsi tersebut, Sulawesi Selatan juga mencatatkan penambahan kasus positif tertinggi ketiga sebanyak 180 orang, sehingga total kasus menjadi 2.194 orang. Kemudian Kalimantan Selatan dengan penambahan 91 pasien, sehingga totalnya 1.438 orang.

"Ada 17 provinsi melaporkan dengan jumlah kasus di bawah 10, dimana 7 provinsi tanpa kasus baru," kata Yurianto.

Tim Komunikasi Gugus Tugas Reisa Broto Asmoro mengatakan masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani new normal ini, seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak. Penggunaan masker di ruang publik awalnya memang direkomendasikan bagi mereka yang sakit atau bergejala. Namun dengan penelitian yang berkembang WHO pun menghibai agar semua orang yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker.

"Hal ini penting dipahami karena virus tersebut tidak bisa dilihat kasat mata, kita tidak bisa mengetahui dimana virus tersebut berada. Semua pihak wajib menggunakan masker terutama apabila di lingkungan penuh sesak," katanya.

Reisa juga mengingatkan untuk penggunaan masker kain direkomendasikan adalah masker yang memiliki 3 lapisan kain. Masker kain bisa dicuci dan digunakan kembali, penggunaan masker maksimal hanya 4 jam, dan apabila masker basah atau lembab maka harus diganti.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading