Jokowi: Program Pemulihan Ekonomi Nasional Harus Cegah PHK

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
03 June 2020 10:10
Presiden: Sederhanakan Prosedur, Segera Salurkan Bansos Tunai dan BLT Desa. (Biro Pers Presiden RI)
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo memberikan arahan khusus terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Saat memberikan pengantar dalam rapat terbatas via konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/6/2020), Jokowi mengatakan program PEN harus memberikan manfaat nyata pada pelaku usaha, terutama pada pelaku industri padat karya.

Menurut dia, program PEN juga harus mampu mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) sekaligus mempertahankan daya beli para pekerja atau karyawan.

"Sektor padat karya harus menjadi perhatian. Karena sektor ini menampung tenaga kerja yang sangat banyak sehingga guncangan sektor ini berdampak pada pekerja dan tentu saja ekonomi keluarganya," ujar Jokowi.




Sebelumnya, eks Wali Kota Solo itu bilang kalau tantangan terbesar pemerintah adalah menyiapkan program PEN yang tepat serta dieksekusi dengan cepat. Tujuannya agar perekonomian Indonesia tidak terkoreksi lebih dalam lagi.

"Kita tahu ekonomi kita hanya mampu tumbuh 2,97% (kuartal pertama) dan kuartal kedua, ketiga, dan keempat kita harus mampu menahan agar laju pertumbuhan ekonomi tidak merosot lebih dalam, tidak sampai minus, dan kita harapkan pelan-pelan bisa rebound," kata Jokowi.

Oleh karena itu, mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta skema program PEN yang dirancang seperti subsidi bunga untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), penempatan dana bank terdampak restrukturisasi hingga penyertaan modal negara (PMN) modal kerja.

"Saya ingin pastikan ini segera beroperasi di lapangan, segera dilaksanakan di lapangan," ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading