Pemerintah Rekomendasi 89 Proyek Strategis Baru Rp1.422 T

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
29 May 2020 15:43
Pekerja Beraktivitas di Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (9/10/2019). Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola oleh PEPC merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Rapat terbatas terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (29/5/2020), memutuskan merekomendasikan 89 PSN yang baru. Nilai ke-89 proyek itu mencapai Rp1.422 triliun. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selepas rapat terbatas hari ini.

Menurut Airlangga, ada 245 proyek yang diusulkan masuk ke dalam PSN. Namun, yang memenuhi kriteria hanya 89 proyek.

"Dengan demikian, 156 proyek belum direkomendasikan karena itu masih membutuhkan dukungan kementerian teknis dan perlu kelengkapan dan perlu memenuhi kriteria yang ditetapkan sebagai PSN di mana presiden harapkan ada dampak kepada masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi dan terkait dengan pengembangan sosial ekonomi," katanya.


Menurut Airlangga, 89 proyek itu terdiri dari 56 proyek usulan baru, 10 proyek perluasan, 15 proyek dikelompokkan ke dalam program baru, dan delapan proyek ketenagalistrikan.

Lebih perinci, lima proyek bandara Rp 5,66 triliun, lima proyek kawasan industri Rp 327,2 triliun, 13 proyek bendungan dan irigasi Rp 71,8 triliun, 1 proyek tanggul laut Rp 5,68 triliun, hingga 3 proyek pengembangan teknologi, termasuk teknologi drone, senilai Rp 27,17 triliun.



Sementara berdasarkan wilayah antara lain Sumatra ada 7 proyek senilai Rp 117 triliun, Jawa 25 proyek Rp 462 triliun, Kalimantan 17 proyek Rp 144 triliun, Sulawesi 8 proyek Rp 208 triliun, Bali dan Nusa Tenggara, dan Maluku-Papua Rp 11 triliun.

"Nah, dari data yang didapatkan oleh Kementerian PUPR bahwa rule of thumb atau multiplier effect dari setiap Rp 1 triliun project itu bisa mempekerjakan 14.000 tenaga kerja baik direct atau indirect," kata Airlangga.

"Jadi ini adalah proyek yang sifatnya adalah pembangunan. Kita lihat bahwa proyek ini dalam periode 2020-2024, ini ditargetkan bisa menyerap tenaga kerja setiap tahunnya sebanyak 4 juta orang. Atau selama proyek itu berjalan, agregatnya bisa mencapai 19 juta orang yang bekerja dalam project selama 5 tahun ini," lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading