Lion Air Group & Citilink Setop Operasi, Ini Alasannya

News - Muhammad Choirul, CNBC Indonesia
29 May 2020 07:58
Sejumlah pesawat dari berbagai maskapai penerbangan di pelataran pesawat Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/1/2018). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Penerbangan domestik maskapai Citilink Indonesia dan Lion Air disetop sementara. Kedua maskapai tersebut berhenti terbang hingga 31 Mei 2020.

Citilink yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ini tak lagi terbang. Padahal sempat kembali mengudara sejak 8 Mei 2020 lalu.




"Citilink sedang setop operasi saat ini sampai dengan 31 Mei 2020 mendatang," kata Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra, kepada CNBC Indonesia, Kamis (28/5/2020).

Juliandra menyebut langkah ini merupakan kebijakan perusahaan. Namun sayangnya tak menjelaskan alasan secara lebih perinci.

"Terhitung sejak 22 Mei lalu, dan sudah sejak awal exemption flight diberlakukan (7 Mei) kita rencanakan tidak terbang di fase setelah 22 Mei sampia 31 Mei," ungkapnya.

Sebelumnya, Citilink Indonesia sempat kembali melayani penerbangan domestik mulai Jumat 8 Mei 2020 pukul 00.00 WIB. Memastikan kebutuhan layanan transportasi udara untuk masyarakat yang berkepentingan maupun distribusi logistik terpenuhi menjadi alasan.



Sementara itu, Lion Air Group (Lion Air, Wings Air, dan Batik Air) menghentikan sementara operasional penerbangan mulai Rabu (27/5/2020) hingga Minggu (31/5/2020). Keputusan itu disampaikan Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam rilis yang diterima CNBC Indonesia.

Danang menjelaskan, Lion Air Group sangat mendukung pemerintah terkait dengan usaha pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Caranya dengan aktif melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Namun, berdasarkan evaluasi atas pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya, banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang dan harus kembali dengan segala biaya yang telah dikeluarkan (kerugian). Ini karena ketidaktahuan atau ketidakpahaman atas ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk dapat melaksanakan perjalanan dengan pesawat udara.

Dengan demikian, menurut Danang, Lion Air Group berkesimpulan para calon penumpang masih membutuhkan sosialisasi yang lebih intensif. Calon penumpang belum sepenuhnya mengetahui dan memahami bagaimana dokumen-dokumen perjalanan dipenuhi dan dimana calon penumpang mendapatkannya.

Menurut Danang, Lion Air Group juga harus menjaga serta memastikan kondisi kesehatan fisik dan jiwa seluruh karyawan berada dalam keadaan baik, pasca operasional sebelumnya.

"Lion Air Group berkesimpulan berdasarkan kondisi di atas, bahwa masih dibutuhkan waktu agar para calon penumpang lebih mengetahui dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat udara, sehingga Lion Air Group memutuskan untuk melakukan sosialisasi yang lebih intensif melalui website dan kantor-kantor cabang serta menghentikan sementara operasional penerbangan selama 5 (lima) hari, yaitu mulai 27 Mei sampai dengan 31 Mei 2020," katanya.


[Gambas:Video CNBC]



Garuda Terbang
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading