Tergantung Pak Anies Cs, Ini Skenario Masuk Sekolah Lagi

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
25 May 2020 11:53
Suasana pelajar mengikuti upacara hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 15 & 16 Klender, Jakarta Timur, Senin (16/7). Memasuki hari pertama sekolah, siswa dan siswi diberi pengenalan sekitar lingkungan sekolah. Mengacu pada peraturan pemerintah Sekolah diwajibkan melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai pengganti Masa Orientasi Sekolah (MOS). Tujuan utama MPLS adalah membangun suasana ramah, aman, nyaman dan menyenangkan bagi calon siswa baru. Selain itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud, Muhadjir Effendy menyarankan wali murid atau orangtua siswa untuk mengantar putra-putrinya ke sekolah di hari pertama masuk sekolah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi corona (covid-19) membuat aktivitas belajar di sekolah terhenti lebih dari dua bulan. Orang tua mulai banyak yang gelisah, mempertanyakan kapan aktivitas belajar di sekolah dimulai lagi, karena sempat beredar informasi sekolah akan masuk lagi pada 2020.

Namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum bisa menetapkan kapan sekolah masuk lagi. Pasalnya, kewenangan untuk membuka sekolah bukan ranah Kemendikbud melainkan gubernur di setiap provinsi. 

Hal tersebut disampaikan oleh pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merespons banyaknya beredar informasi terkait pembukaan kembali sekolah pada Juni 2020.

Kepada CNBC Indonesia, pejabat Kemendikbud yang menolak untuk disebutkan namanya tersebut, mengatakan penutupan kegiatan dan aktivitas sekolah berdasarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dibuat oleh Gubernur atas izin dari kementerian Kesehatan.


"Sekolah dibuka itu semua sesuai dengan kebijakan Gubernur. Karena kondisi PSBB yang menentukan Gubernur menggunakan izin dari Kemenkes. Jika zona hijau bisa saja Gubernur menentukan untuk mencabut PSBB kemudian menjalankan kegiatan belajar mengajar," kata pejabat tersebut, Senin (25/5/2020).

Dia menegaskan, intinya jika masih diberlakukan kebijakan PSBB maka sekolah dilarang ada kegiatan belajar mengajar.

Sejauh ini, Kemendikbud sudah memberikan keringanan seperti program e-learning maupun belajar dari rumah lainnya. Kegiatan belajar mengajar diserahkan kepada sekolah masing-masing.

Terkait dengan penyelenggaraan ujian akhir, ia menjelaskan,K emendikbud hanya menyiapkan soal nanti proses diserahkan ke masing-masing sekolah.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Anwar Makarim membantah adanya informasi yang menyebutkan tahun ajaran baru akan dimulai pada Juni 2020. Menurutnya perlu pertimbangan ulang dalam menentukan tahun ajaran baru mengingat adanya pandemi virus corona (Covid-19).

Saat ini pun Kemendikbud belum menentukan kapan dimulainya tahun ajaran baru sekolah pada 2020. Nadiem mengatakan masih belum bisa memberikan pernyataan resmi terkait keputusan tahun ajaran baru, karena dipusatkan di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

"Mohon menunggu dan saya belum bisa memberikan statement apapun untuk keputusan itu. Karena dipusatkan di gugus tugas. Mohon kesabaran. Kalau ada hoax-hoax dan apa sampai akhir tahun, itu tidak benar," kata Nadiem saat melakukan rapat kerja virtual dengan Komisi X, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (22/5/2020).

[Gambas:Video CNBC]


Dia menegaskan Kemendikbud sebagai eksekutor pendidikan, selalu siap dengan semua skenario. Skenario apapun masih terus diskusikan dengan para pakar, dan Gugus Tugas. Menurut Nadiem, di tengah pandemi ini, keputusan kapan akan dimulai tahun ajaran baru bukan ada di tangannya.

"[Keputusan] bukan di Kemendikbud. Keputusannya kapan, dengan format apa, dan seperti apa, dan karena ini faktor kesehatan, itu masih di Gugus Tugas," kata Nadiem.

Selain itu, pandemi COVID-19 juga sangat berdampak pada sistem pembelajaran yang dilakukan di rumah. Dampak ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh negara.

"Memang kita harus jujur dan pragmatis, belajar di rumah jelas punya dampak negatif ke pembelajaran. Bukan hanya di Indonesia, tapi seluruh negara. Tapi kami yakin, keluar dari krisis ini ada hikmah dan pembelajaran, dan keluar dari mindset atau pola pikir yang baru, yang akan jadi katalis di revelousi pendidikan," jelas Nadiem.



(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading