Berkat PSBB, Penyebaran Covid-19 di Jabar Turun 50%

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
24 May 2020 19:08
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Jabar Command Center (JCC) di Gedung B sebelah Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (10/3/20). JCC berfungsi sebagai pusat dan pengendali informasi dan koordinasi, salah satunya saat ini berfungsi sebagai Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar). (Foto: Rizal/Humas Jabar)
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran virus Corona atau Covid-19 masih berlangsung dan belum diketahui kapan akan berakhir. Seluruh negara di dunia saat ini masih berjuang melawan virus tersebut.

Tak terkecuali Indonesia yang telah menerapkan banyak kebijakan untuk menekan angka penyebaran Covid-19, salah satunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB dilakukan di beberapa daerah di Indonesia termasuk Jawa Barat.


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, dengan penerapan PSBB, jumlah penyebaran Covid-19 di wilayahnya berhasil turun, bahkan hingga 50%. Ini merupakan capain baik berkat kerja keras tidak hanya pemerintah daerah tetapi juga masyarakat yang patuh menjalankan.


"Hasil PSBB Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) menghasilkan data pasien turun setengah (50%). Bulan lalu rata-rata jumlah pasien yang terinfeksi 40 per hari, sebelum lebaran menjadi 20 kasus per hari. Sebelum PSBB 430 pasien sekarang turun ke 270 orang," ujarnya melalui teleconference, Minggu (24/5/2020).

Berkat kinerja baik ini, gugus tugas Jabar mendapatkan apresiasi oleh gugus tugas pusat sebagai wilayah pengendali Covid-19 terbaik. Ia pun berharap kinerja baik ini tetap terlaksana hingga berhasil melawan Covid-19.

Oleh karenanya, ia mengimbau agar masyarakat menghindari kerumunan dan keramaian. Apalagi membuat kerumunan dengan berkumpul bersama melebihi jumlah yang ditetapkan pemerintah.

Sebab, jika masyarakat menciptakan atau membuat kerumunan maka akan semakin luas Covid-19 menyebar. Pasalnya, di setiap kerumunan pasti ada Covid-19 disana.

"Covid ini mengancam populasi, semakin tinggi populasi, ancaman makin besar. Dimana ada kerumunan di situ ada covid. Jadi sebelum ada obat dan vaksinnya mari sama-sama jauhi dan hindari kerumunan," tegasnya.

Berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga 24 Mei 2020 pukul 12.00 WIB, total pasien positif corona di Jawa Barat mencapai 2.091 pasien bertambah 46 kasus dari sehari sebelumnya.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading