Ridwan Kamil: Di Mana Ada Kerumunan, Di situ Ada Covid-19

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
24 May 2020 18:14
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Jabar Command Center (JCC) di Gedung B sebelah Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (10/3/20). JCC berfungsi sebagai pusat dan pengendali informasi dan koordinasi, salah satunya saat ini berfungsi sebagai Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar). (Foto: Rizal/Humas Jabar)
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau seluruh warga Indonesia terutama Jawa Barat agar tidak menciptakan kerumunan. Tidak hanya itu, seluruh warga diharapkan bisa menghindari kerumunan yang ada.

Menurutnya, di setiap kerumunan yang ada pasti ada virus corona Covid-19 yang bisa menyebar semakin luas. Justru sebaliknya, jika tidak ada kerumunan maka penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir.


Apalagi, Jabar sangat rentan penyebaran Covid-19 karena memiliki jumlah masyarakat terbanyak dibandingkan dengan daerah lainnya. Oleh karenanya, sebelum ditemukan vaksinnya ia meminta agar masyarakat bisa mengikuti anjuran pemerintah melakukan pembatasan sosial.


"Jadi Covid-19 ini mengancam populasi, semakin tinggi populasi, ancaman makin besar. Di mana ada kerumunan di situ ada Covid-19. Jadi sebelum ada obat dan vaksinnya mari sama-sama jauhi dan hindari kerumunan, jangan menciptakan kerumunan," kata dia saat silaturahmi virtual, Minggu (24/5/2020),

Ia menegaskan, bahwa virus corona Covid-19 hadir tidak memilih jenis kerumunan. Ia bisa hadir di kerumunan mana saja seperti di pasar, kondangan dan bahkan tempat ibadah sehingga saat ini harus dihindari dulu untuk berkumpul bersama.

" Jadi kita tidak usah mempertentangkan dulu mana perkumpulan yang boleh dan tidak. Karena selama itu kerumunan, pasti ada Covid-19. Jadi intinya, ada kerumunan ada Covid dan tidak ada kerumunan, jauh dari Covid," jelasnya.

Oleh karenanya, ia berharap rakyat Jabar bisa mematuhi segala imbauan dari pemerintah agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus ini. Dengan demikian, maka Jabar bisa tetap menjadi provinsi yang paling baik dalam pengendalian Covid-19.

Lanjutnya, jika warga Jabar tidak patuh, maka semua kerja keras yang dilakukan oleh pemerintah untuk menekan penyebaran virus ini dinilai sia-sia saja. Ia pun berharap setelah Lebaran selesai, pasien terinfeksi virus corona tidak melonjak tajam.

"Tapi ini akan percuma kalau kitanya lengah dan euforia, ada keramaian, ada orang yang ramai belanja. Semoga pekan depan tidak ada lonjakan yang merusak upaya kita."

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading