Maaf, Kehidupan Normal Belum Bisa Terjadi Dalam Waktu Dekat

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
24 May 2020 07:43
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia- Masyarakat Indonesia sepertinya masih perlu bersabar sebelum kembali menjalani kehidupan normal. Pasalnya kehidupan normal diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu depat

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan untuk hidup secara normal belum bisa terjadi dalam waktu dekat atau beberapa bulan ke depan.

Berbicara dalam sebuah wawancara yang disiarkan RRI, Luhut menegaskan belum tahu pasti kapan masyarakat akan kembali menjalani hidup normal.


"Satu hal yang pasti, hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Tidak akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Tapi bisa terjadi [kehidupan normal]," kata Luhut, Sabtu (23/5/2020).


Eks Kepala Staf Kepresidenan itu tetap menggarisbawahi bahwa meskipun kembali kepada kehidupan normal, pasti ada beberapa perubahan yang cukup signifikan dari perilaku maupun pola hidup masyarakat.

"Orang akan senang pakai video call, cost lebih murah. Tidak ada lagi cipika cipiki. Orang akan lebih banyak cuci tangan, pakai masker, akan lebih jaga jarak. Itu akan berubah," katanya.

Luhut pun mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Pemerintah, ditegaskan dia, akan habis-habisan memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Pesan saya, patuh kepada imbauan pemerintah. Jaga jarak, pakai masker, cuci tangan. Kalau bisa dilakukan, Anda telah berkontribusi membantu ketertiban di negeri ini," jelasnya.

Sebelumnya saat jelang lebaran banyak warga yang melanggar protokol kesehatan saat berbelanja di pasar tradisional saat PSBB. Luhut mengatakan pandemi ini juga terjadi di negara lain, namun Indonesia masih kalah disiplin dibandingkan negara lain.

"Bukan hanya di Indoneisa, di seluruh dunia. Tapi kita kalah disiplin dari negara lain," kata Luhut.

Luhut menegaskan bahwa sikap maupun perilaku masyarakat yang sepert ini justru akan menimbulkan masalah baru. Maka dari itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

"Kalau kita gak disiplin, kembali kepada cara tak disiplin, bisa timbul second wave. Saya sudah bilang di mana saja. Di Gereja, rumah ibadah, kita kumandangkan, sebar luaskan agar patuh terhadap protokol," katanya.

Lantas, apakah eks Kepala Staf Kepresidenan itu happy melihat perilaku masyarakat saat ini?

"Jujur saya katakan, tidak happy.Kasian rakyat banyak yanggak sadar. Kalau dia masuk ke daerah yang padat tanpa menjaga jarak, tanpa masker, peluang dia tertular tinggi sekali," katanya.


Perihal kasus positif di Indonesia belakangan ini dalam tren terus meningkat bahkan mencapai rekor-rekor baru. Penambahan kasus positif covid-19 baru di Indonesia pada Sabtu (23/5) hampir menyampai rekor sebelumnya nyaris 1.000 orang dalam sehari. Sempat terjadi rekor pada Kamis (21/5) jumlah pasien baru virus corona pecah rekor bertambah 973 orang.


[Gambas:Video CNBC]




(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading