Internasional

Beri Selamat ke Taiwan, China: Tindakan AS Salah & Berbahaya

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
20 May 2020 16:16
INFOGRAFIS, Damai Perang Dagang As-China Berujung Kebuntuan
Jakarta, CNBC IndonesiaChina mengecam Amerika Serikat (AS). Kali ini, kemarahan China terjadi karena negara Paman Sam melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengirimkan ucapan selamat pada Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Tsai dilantik untuk kedua kalinya sebagai Presiden Taiwan. Meski mengaku negara berdaulat, China menyebut Taiwan bagian dari provinsinya.

"Langkah AS... secara serius mencampuri urusan dalam negeri China dan merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," kata Kementerian Pertahanan China dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP, Rabu (20/5/2020).


"Ini sangat salah dan juga sangat berbahaya."

China bahkan menegaskan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) bisa saja turun tangan untuk segala canmpur tangan eksternal. Termasuk mengalahkan pasukan Taiwan yang disebut China 'separatis'.

"China akan mengambil langkah yang diperlukan untuk secara tegas membela kedaulatan dan integritas wilayah China," tulis pernyataan itu.

Sebelumnya, Pompeo juga memuji Tsai karena keberanian dan visinya dalam memimpin demokrasi di Taiwan. Hal ini disebut AFP, sebagai sesuatu yang langka dilakukan pejabat AS.

Sementara itu, dalam pidato pelantikannya, Tsai mengatakan China harus menemukan cara untuk hidup damai dengan Taiwan yang demokratis. Sejak Tsai menjabat di 2016, Beijing menolak tawaran dialog dan memilih melakukan tekanan militer dan diplomatik pada negara pulau itu.

Sementara itu, China dan AS memang tengah panas di Laut China Selatan. Kedua negara saling gencar menerjunkan militernya.

Gerak China yang dianggap agresif membuat AS masuk ke kawasan. Negeri yang dipimpin Presiden Donald Trump itu mengatakan keberadaannya di perairan ini untuk menjamin kebebasan dan mengimbangi operasi China.

"Operasi kami adalah demonstrasi kesediaan kami untuk membela kepentingan dan kebebasan kami di bawah hukum internasional, " kata Laksamana Muda Blake Converse, komandan sub-pasukan Pasifik yang bermarkas di Pearl Harbor.

Sebelumnya, kedua negara memang sudah panas karena perang dagang yang terjadi di 2018. Di tahun ini, dua penguasa ekonomi global itu juga terjebak adu argumen karena asal mula COVID-19 dan penyebarannya yang kini jadi pandemi.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading