Internasional

OMG! Trump Mau Keluarkan AS dari Keanggotaan WHO

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
19 May 2020 16:50
U.S. President Donald Trump speaks about the crisis in Venezuela during a visit to Florida International University in Miami, Florida, U.S., February 18, 2019.   REUTERS/Kevin Lamarque

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump mengancam akan secara permanen menghentikan pendanaan AS untuk organisasi kesehatan PBB itu jika WHO tidak berkomitmen untuk melakukan perbaikan dalam waktu 30 hari.

Trump juga mengatakan akan mempertimbangkan kembali status keanggotaan Amerika Serikat dalam organisasi yang berbasis di Jenewa, Swiss tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump setelah menangguhkan kontribusi AS untuk WHO bulan lalu karena menganggapnya telah mengeluarkan informasi yang salah dari China soal pandemi virus corona (COVID-19). WHO telah menentang tuduhan itu dan China telah menyatakan negaranya transparan dan terbuka soal corona.



"Jika WHO tidak berkomitmen untuk melakukan perbaikan substantif besar dalam 30 hari ke depan, saya akan mengubah pembekuan sementara pendanaan untuk WHO dari Amerika Serikat menjadi permanen dan mempertimbangkan kembali keanggotaan kami," kata Trump kepada pemimpin WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam sebuah surat yang dipostingnya di Twitter, Selasa (19/5/2020).

Sebelum ini Trump juga telah mengecam WHO, menyebutnya telah melakukan pekerjaan yang sangat menyedihkan dalam hal penanganan virusnya. Trump juga telah mengancam akan mengurangi pendanaan AS untuk WHO.

Amerika Serikat sendiri merupakan negara penyumbang anggaran terbesar untuk WHO, yaitu menyumbang lebih dari US$ 400 juta (lebih dari RP 6 triliun) kepada WHO pada tahun 2019. Jumlah itu setara sekitar 15% dari anggaran organisasi.

Namun tahun ini AS baru menyuntikkan dana kepada WHO sekitar US$ 58 juta, kata pejabat senior pemerintahan Trump bulan lalu.

Menurut Reuters, dalam surat itu Trump juga meminta WHO untuk 'melepaskan diri' dari China. Ia juga mengklaim bahwa pemerintahannya telah memulai diskusi dengan Tedros soal reformasi di WHO.




Sebelumnya, sebagai pembelaan atas serangkaian tuduhan Trump, Tedros telah mengatakan bahwa WHO akan sesegera mungkin memulai peninjauan independen terhadap tanggapan virus global.

Tedros juga mengatakan lembaga itu telah telah menerima dukungan dan janji pendanaan yang besar dari China, negara awal tempat wabah ditemukan.

"Kita semua harus belajar dari pandemi," kata Tedros dalam pertemuan virtual Majelis Kesehatan Dunia, menurut CBC.

"Setiap negara dan setiap organisasi harus memeriksa responsnya dan belajar dari pengalamannya. WHO berkomitmen untuk transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan yang berkelanjutan."

[Gambas:Video CNBC]


(res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading