Efek Covid-19

Skenario Sangat Berat: Ekonomi RI Bakal Minus 0,4%

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
19 May 2020 09:28
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (CNBC Indonesia/ Chandra Gian Asmara)
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah saat ini masih menggunakan skenario berat dan sangat berat dalam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2020.

Melihat angka-angka yang terjadi pada kuartal I-2020, di mana semua sektor, baik itu konsumsi dan investasi merosot tajam jika dibandingkan dengan kuartal I-2019. Oleh karena itu, tidak heran, semua faktor ini akan menekan pertumbuhan ekonomi di tahun ini secara keseluruhan.

Sri Mulyani merinci, pada kuartal I-2020, pandemi Covid-19 sudah memberikan pukulan dari sisi konsumsi, di mana pada kuartal I-2020 hanya tumbuh 2,7%. Sementara jika dibandingkan tahun lalu atau kuartal I-2019, konsumsi Indonesia bisa menyentuh 5,3%.


Sementara dari sisi investasi, pada kuartal I-2020, Indonesia hanya bisa menyentuh 1,7%. Sedangkan di tahun lalu dengan periode yang sama, investasi bisa tumbuh di atas 5%.

"Dengan skenario berat, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 2,3% dan dengan skenario sangat berat bisa menyentuh minus 0,4%," kata Sri Mulyani dalam video conference, Senin (18/5/2020).

Merosotnya pertumbuhan ekonomi di tahun ini, kata Sri Mulyani, tentu akan menambah angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.

Dalam skenario berat, di mana pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh 2,3%, maka akan ada penambahan angka kemiskinan sebesar 1,89 juta orang dan pengangguran 2,92 juta orang.

Sementara dalam skenario sangat berat, angka kemiskinan akan menambah 4,86 juta orang dan angka pengangguran baru bisa bertambah 5,23 juta orang.

"Dengan dampak tersebut, pemerintah mendesain langkah kebijakan penanganan dan pemulihan ekonomi yang diarahkan pada kebaikan di sisi demand [permintaan]," kata Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNBC]





(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading