Ada Mudik Lokal Bakal Padati Tol, Contra Flow Berlaku

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
14 May 2020 14:07
Pengecekan Jalur Akses Cikarang Barat, Akses transportasi mobil pribadi dan bus angkutan penumpang dari tol Jakarta Cikampek menuju Karawang ditutup mulai Jumat (24/4/2020) jam 00.00 WIB. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena 'mudik lokal' diprediksi marak terjadi di tengah kebijakan pemerintah melarang mudik. Sejumlah antisipasi dilakukan di sejumlah ruas tol yang jadi langganan macet ketika mendekati Lebaran. Mudik lokal bisa dimaknai pergerakan orang dari satu lokasi ke sekitar wilayah kota atau wilayah terdekat hanya di sekitar Jabodetebak, Bandung Raya, atau juga Surabaya Raya.
Jasa Marga berkoordinasi dengan Kepolisian akan memberlakukan rekayasa lalulintas di beberapa titik lokasi yang berpotensi terjadi kepadatan. Antisipasi itu terutama disiapkan oleh Jasamarga Metropolitan Tollroad yang mengelola sejumlah ruas seperti Tol Jagorawi, Jakarta-Tangerang-Cengkareng, JORR, serta Cipularang dan Padaleunyi.
 
Jasamarga Metropolitan Tollroad Division Head, Reza Febriano, menyebut, Gerbang Tol Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi bakal memberlakukan one way barrier gate. Sedangkan pada Jalan Tol Jagorawi, akan dilaksanakan rekayasa lalu lintas dengan sistem one way dan contra flow pada KM 44+600 s.d KM 46+400 arah Ciawi dan Sukabumi
 
Sementara itu, jika dampak kepadatan lalulintas menuju Cikampek, lalulintas akan dialihkan melalui Tol Tanjung Priok dan Arteri Tomang untuk melanjutkan menuju Cikampek.
Sedangkan jika terjadi kepadatan pada Jalan Tol Cipularang, atas izin BPJT dan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, serta berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, akan diberlakukan jalur fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan, mulai dari Simpang Susun Sadang sampai dengan Jalan Industri sepanjang 7,5 km secara situasional.
"Layanan operasional jalan tol meliputi Layanan Transaksi, Layanan Lalu Lintas, Layanan Konstruksi dan Layanan Tempat Istirahat akan tetap kami jaga performanya," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip CNBC Indonesia, Kamis (14/5/20).
Pada layanan konstruksi, sesuai instruksi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jasa Marga akan melakukan pemberhentian kegiatan proyek di jalan tol mulai H-3 (21 Mei 2020 pukul 00.00) s.d H+2 (25 Mei 2020 pukul 24.00).

Pihaknya juga menyiagakan tim sapu lubang yang bersiaga 24 jam, penyiagaan water tank untuk ketersediaan air bersih di gerbang tol dan tempat istirahat, serta menyiapkan tim khusus untuk percepatan penanganan gangguan pada proyek jalan tol di bawah koordinasi Jasamarga Metropolitan Tollroad.
Reza menegaskan, semua layanan tetap mengedepankan protokol pencegahan Covid-19. "Termasuk penggunaan alat pelindung diri bagi para petugas di lapangan, guna mewujudkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan," tegasnya.

Terkait dengan Pelarangan Mudik dari Pemerintah, Jasa Marga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk menyiapkan lokasi check point di Simpang Susun Bitung.
Jasa Marga mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti instruksi Pemerintah dalam implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk tetap di rumah saja, tidak mudik dan tidak piknik untuk memutus penularan Covid-19. Jika harus keluar rumah untuk kebutuhan mendesak, agar tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan gunakan alat tapping e-toll untuk transaksi di gerbang tol.
"Pengecekan dilakukan pada Simpang Susun Bitung Jalan Tol Jakarta-Tangerang sejak diumumkannya Larangan Mudik, namun demikian sejak tanggal 12 Mei 2020, lokasi _check point_ Bitung di pindahkan ke Gerbang Tol Cikupa yang dikelola oleh Marga Mandala Sakti," tambah General Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Nasrullah.


[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading