Layani Nasabah di Tengah Covid-19, Ini Senjata Bank Mega

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
12 May 2020 20:13
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Bank Mega (Tbk). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah pandemi COVID-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di beberapa kota PT Bank Mega Tbk (MEGA) meneruskan catatan kinerja yang positif. Bank Mega juga berkomitmen tetap melayani para nasabah untuk memenuhi kebutuhan transaksi perbankannya.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan layanan di cabang yang tetap berjalan, meski dengan waktu operasional yang lebih pendek. Bank Mega kini juga memiliki aplikasi digital yang bisa memberikan kemudahan pada nasabah dalam transaksi, tanpa perlu datang ke cabang.

"Ada ChatBot Mila, Mega Internet Banking dan Msmile menjadi solusi bagi nasabah yang membutuhkan transaksi perbankan meskipun harus berada di rumah," kata Kostaman dalam siaran resminya belum lama ini.


Msmile merupakan aplikasi terbaru yang baru diluncurkan Bank Mega yaitu Mobile App yang memudahkan nasabah dalam melihat informasi dan melakukan transaksi finansial, mengakses berbagai fitur kartu kredit.


Nasabah juga dapat mendapatkan informasi promosi yang ditawarkan Bank Mega hanya dengan menggunakan perangkat smartphone, dimanapun nasabah tersebut berada. Melalui Msmile, layanan kepada nasabah menjadi lebih praktis, aman dan nyaman.

Sesuai dengan himbauan pemerintah untuk memberikan relaksasi kepada Debitur yang terkena dampak COVID-19, Bank Mega juga memiliki kebijakan restrukturisasi kredit untuk memberikan kemudahaan bagi debitur yang terkena dampak virus corona. Relaksasi ini berlaku baik perorangan maupun perusahaan.

Kostaman mengatakan program restrukturisasi yang ditawarkan berupa keringanan pembayaran kewajiban ataupun angsuran atas pokok dan/atau bunga. Keringanan ini berupa perpanjangan jangka waktu kredit atau pemberian grace period dengan jangka waktu yang akan ditentukan dari hasil evaluasi Bank terhadap kemampuan debitur. Pengajuan Restrukturisasi kredit akan dievaluasi oleh Komite Restrukturisasi Bank Mega sesuai dengan ketentuan Bank Mega dan Peraturan OJK.

Selain memastikan layanan nasabah berjalan normal, CT Corp dan Bank Mega juga memprakarsai dan mendanai pembangunan 40 bangsal ICU dan 200 bangsal HCU beserta alat-alat kesehatan antara lain 2 unit MSCT Scan 128 slices, 2 Mobile X-Ray, 40 Ventilator, 200 Monitor Bed dan alat-alat kesehatan lainnya khusus untuk merawat pasien COVID-19.

Langkah ini dilakukan sebagai wujud kepedulian atas masyarakat yang terserang virus ini. "Program yang juga didukung oleh Indofood dan Astra Group ini dilakukan di dua Rumah Sakit Rujukan Pemerintah yaitu RS Infeksi Airlangga, Surabaya dan RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Bahkan sebagian bangsal di RS Infeksi Airlangga saat ini sudah siap dan sudah bisa digunakan untuk mengobati pasien COVID-19," kata Kostaman.

Pada kuartal I-2020 Bank Mega juga mencatatkan kinerja yang gemilang dengan laba bersih Rp 669 miliar, meningkat 38% dibandingkan periode yang sama 2019 sebesar Rp 484 miliar.

Pencapaian ini dikontribusi dari meningkatnya Net Interest Income sebesar 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini disumbang dari pendapatan bunga kredit akibat volume kredit yang meningkat signifikan sebesar Rp 10,1 triliun atau tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.


Sementara Fee Based Income tercatat naik sebesar 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan kinerja positif Bank Mega juga terjadi pada pertumbuhan Aset, dimana terdapat pertumbuhan sebesar 18% dari Rp 84 triliun pada periode Maret 2019 menjadi Rp 99 triliun pada Maret 2020.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 29% dari Rp 59 triliun pada periode Maret 2019, menjadi Rp 76 triliun pada periode Maret 2020. Sementara kredit tercatat tumbuh sebesar 23% dari Rp 44 triliun pada periode Maret 2019 menjadi Rp 54 triliun pada periode Maret 2020.

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading