Mendag Mana Mendag! Jokowi Kecewa Harga Gula & Beras Naik

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
21 April 2020 13:28
Presiden Joko Widodo (BPMI Setpres/Kris)
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko tak segan melampiaskan kekecewaannya saat mengetahui bahwa sejumlah harga komoditas pangan strategis tak kunjung turun, malah merangkak naik. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto diminta untuk mengecek lapangan.

Kekecewaan Jokowi tumpah saat memimpin rapat terbatas dengan topik pembahasan antisipasi kebutuhan pokok melalui video conference di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Saya enggak tahu ini dari kementerian perdagangan apa sudah melihat lapangannya bahwa ini belum bergerak," kata Jokowi, Selasa (21/4/2020).




Berdasarkan data yang diterima kepala negara, harga beras saat ini sudah merangkak naik. Tak hanya itu, harga komoditas lain seperti gula, bawang putih, maupun bawang bombay pun tak kunjung turun.

"Saya juga lihat di lapangan, harga gabah keringnya turun 5%, tapi harga berasnya naik 0,4%. Ini ada apa? Tolong dilihat betul lapangannya. Lapangannya di cek betul. Ini pasti ada masalah," kata Jokowi.

"Kalau harga gabah kering giling turun, mestinya harga berasnya juga ikut turun. Ini petaninya enggak dapat untung, harga berasnya naik, masyarakatnya dirugikan. Ini yang untung siapa? Dicari," jelasnya.

Catatan Jokowi, masih ada sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan seperti daging sapi, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, gula. Namun, bukan berarti tidak ada komoditas yang mengalami penurunan.

Jokowi pun meminta jajarannya untuk menghitung betul ketersediaan bahan pokok untuk komoditas pangan strategis. Di tengah masa pandemi maupun menjelang Ramadan, perlu penghitungan yang cermat agar tidak terjadi kelangkaan bahan pangan.

"Jangan over estimate. Tolong dikalkulasi yang cermat, dihitung yang detail berbasis data empiris yang valid dan realible," katanya.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading