Menperin Akui 90% Bahan Baku Obat dari Impor, Apa Solusinya?

News - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
20 April 2020 13:10
This Monday, April 6, 2020, photo shows an arrangement of hydroxychloroquine pills in Las Vegas. President Donald Trump and his administration kept up their out-sized promotion Monday of an malaria drug not yet officially approved for fighting the new coronavirus, even though scientists say more testing is needed before it’s proven safe and effective against COVID-19. Trump trade adviser Peter Navarro championed hydroxychloroquine in television interviews a day after the president publicly put his faith in the medication to lessen the toll of the coronavirus pandemic. (AP Photo/John Locher)
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan potensi bagi industri farmasi khususnya obat herbal di tengah pandemi Covid-19 yang melanda global.

Dalam Virtual Video Interview dengan CNBC Indonesia, selain industri yang memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) dan masker, industri obat herbal dapat menikmati stimulus yang akan didukung pemerintah dalam meningkatkan kebutuhan obat-obatan di tengah pandemi.

"Indonesia punya kekuatan khususnya industri farmasi, kita bisa mendorong obat-obatan atau vitamin yang basisnya herbal (Obat Modern Asli Indonesia/OMAI). Catatan terkait industri Farmasi dan Alat Kesehatan (Alkes), ini adalah sebuah momentum," ujarnya Senin (20/4/20).




Ia menyebut, bahwa di awal pandemi Covid-19 yang melanda negeri tirai bambu, salah satu perusahaan nasional memproduksi dan mengekspor obat herbal ke China secara masif. Hal ini seiring dengan mudahnya bahan baku herbal yang ada di Indonesia.

Di saat pandemi melanda dalam negeri, industri obat herbal bisa melakukan hal serupa yakni mampu mendorong produksinya terutama seiring permintaan yang tinggi akan obat-obatan herbal di dalam negeri.

Hal ini dirasa juga menjawab tantangan industri farmasi nasional saat ini, yang kesulitan memperoleh bahan baku untuk produk obat-obatan (non herbal) yang 90 persennya diimpor.

"Ini sebuah challenge yang luar biasa, karena sejauh ini hampir 90 persen bahan baku industri untuk farmasi, baik obat-obatan dan vitamin itu masih impor. Sekarang ada kesulitan, India misalnya yang lockdown sehingga pengiriman bahan baku tidak semudah sebelum adanya lockdown," tambahnya.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading