Bukan RI, Ini Deretan Negara yang Outlook & Rating Downgrade

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
18 April 2020 16:52
Standard and Poor's (S&P)
Jakarta,CNBC Indonesia- Lembaga pemeringkat global, S&P Global Ratings merevisi turun prospek (outlook) utang jangka panjang Indonesia menjadi Negatif dari Stabil pada Jumat (17/4/2020). Pada saat yang sama, lembaga yang dikenal konservatif ini menegaskan kembali peringkat utang jangka panjang RI yakni 'BBB' dan jangka pendek 'A-2'.

Rating BBB tersebut sebelumnya sudah diperoleh Indonesia pada Jumat 31 Mei tahun lalu dari level sebelumnya BBB- dengan proyeksi Stabil. Meski ada penurunan outlook, S&P tidak mendowngrade rating Indonesia.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, tahun ini banyak negara yang mengalami penurunan credit rating sebagai dampak pandemi COVID-19 yang menyerang hampir ke seluruh belahan dunia. Virus ini membuat aktivitas perekonomian terganggu, karena banyak negara yang menerapkan lockdown untuk menekan penyebaran COVID-19.


Termasuk di antaranya negara-negara berkembang lainnya dan beberapa negara maju yang mengalami downgrade credit rating. Colombia, Guatemala, Malaysia, Meksiko, Nigeria, Oman, Hong Kong, Kuwait, dan Inggris merupakan negara yang mengalami penurunan rating.


Di kawasan Asia, outlook Malaysia diubah oleh Fitch dari A-/Stable menjadi A-Negative, sementara Hong Kong didowngrade oleh Moody's dari AA2/Negative, menjadi AA3/Stable. Sementara Colombia dari BBB/Negative, downgrade oleh Fitch menjado BBB-/negative, Guatemala menjadi BB-Stable.

Negara maju seperti Inggris pun harus menerima downgrade dari Fitch dari AA/Negative, menjadi AA-/Negative.

'BBB' merupakan rating peringkat investasi terendah kedua sebelum menyentuh level lebih tinggi lagi yani BBB+ lalu 'A-' kemudian 'A', dan seterusnya hingga mencapai paling tinggi yakni 'AAA'. Level 'BBB' ini setara dengan rating 'Baa2' versi Moodys dan 'BBB' versi Fitch Ratings.

Menurut S&P, peringkat ini mencerminkan pengaturan kelembagaan negara yang stabil, prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan pengaturan kebijakan fiskal yang bijaksana secara historis.


Untuk Indonesia yang harus turun outlooknya, ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengatakan langkah S&P ini merupakan kemenangan bagi pemerintah.

"Indonesia tidak menghadapi downgrade langsung dan S&P selalu menjadi yang paling ketat. Jadi jika S&P tidak melakukan downgrade langsung, Moody's dan Fitch tidak mungkin melakukannya juga. Lembaga pemeringkat itu hanya memangkas prospek peringkat," jelas Satria kepada CNBC Indonesia.

[Gambas:Video CNBC]




(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading