Internasional

Trump Klaim AS Sudah Lewati Puncak Corona, Ekonomi Buka 1 Mei

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
16 April 2020 11:44
U.S. President Donald Trump holds a campaign rally at the Columbia Regional Airport in Columbia, Missouri, U.S., November 1, 2018. REUTERS/Carlos Barria

Jakarta, CNBC IndonesiaPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menggegerkan dunia. Pada Rabu (15/4/2020), presiden ke-45 AS itu mengumumkan bakal segera mengeluarkan pedoman untuk membuka kembali perekonomian negaranya.

Keputusan itu diambil Trump karena menurutnya jumlah kasus baru virus corona (COVID-19) di AS sudah mulai menurun dan bahwa pembatasan (shutdown) sebagian wilayah untuk menekan penyebaran wabah dianggapnya telah membuahkan hasil.



"Jelas bahwa strategi agresif kami berhasil," katanya dalam konferensi pers, mengutip AFP. "Pertempuran berlanjut tetapi data menunjukkan bahwa pertumbuhan kasus-kasus baru (pandemi COVID-19) secara nasional telah melewati puncaknya."

"Perkembangan yang menggembirakan ini telah membuat kami sangat mungkin untuk menyelesaikan pedoman bagi negara-negara bagian tentang pembukaan kembali negara."

Trump mengatakan akan membahas hal terkait pedoman tersebut dalam konferensi pers pada hari Kamis.

Trump yang sangat ingin segera membuka kembali ekonomi terbesar di dunia itu sebelumnya telah mendapat banyak kritik dari warga AS dan dunia. Itu karena pada Senin lalu ia mengatakan akan menggunakan kekuatan penuhnya untuk memaksa para gubernur negara bagian untuk mengikuti arahannya tentang pembukaan kembali wilayah-wilayah tersebut.

Namun, karena banyak protes yang dilayangkan padanya, keesokan harinya presiden dari Partai Republik itu mengubah kembali bahasanya. Dia mengatakan tidak akan "menekan" para gubernur untuk membuka kembali negara bagian, namun akan membolehkan mereka melakukannya sebelum batas waktu pengangkatan aturan yang telah ditetapkan pada 1 Mei.

"Kami akan membuka negara bagian, beberapa negara jauh lebih cepat dari yang lain," kata Trump. "Kami pikir beberapa negara bagian dapat membuka [pembatasan] sebelum batas waktu 1 Mei."

"Kita akan menyambutnya dengan kemenangan, kita semua."




Sementara itu, menurut ahli pandemik veteran AS Anthony Fauci, ada baiknya bagi negara-negara bagian itu untuk baru membuka pembatasan pada Mei. Namun, ia juga memperingatkan bahwa pembukaan kembali tidak akan bisa langsung membalikkan keadaan.

"Pembukaan kembali tidak akan berfungsi seperti saklar lampu." kata Fauci dalam sebuah wawancara, Minggu.

Negeri Apple saat ini menjadi negara dengan kasus corona terbanyak di dunia. Dari total 2.083.304 kasus di seluruh dunia, AS memiliki sebanyak 644.089 kasus, menurut Worldometers. Dari jumlah itu, 28.529 orang meninggal dan 48.701 sembuh.

[Gambas:Video CNBC]


(res/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading