Internasional

India Perpanjang Lockdown, Si Miskin Meninggal di Jalanan

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
15 April 2020 11:12
Locals provide drinking water to Indian migrant laborers making their way on foot to their respective villages following a lockdown amid concern over spread of coronavirus in New Delhi, India, Saturday, March 28, 2020. Authorities sent a fleet of buses to the outskirts of India's capital on Saturday to meet an exodus of migrant workers desperately trying to reach their home villages during the world's largest coronavirus lockdown. Thousands of people, mostly young male day laborers but also families, fled their New Delhi homes after Prime Minister Narendra Modi announced a 21-day lockdown that began on Wednesday and effectively put millions of Indians who live off daily earnings out of work. (AP Photo/Altaf Qadri)

Jakarta, CNBC IndonesiaPemerintah India telah mengumumkan memperpanjang penguncian (lockdown) nasional untuk membendung penyebaran wabah virus corona (COVID-19) pada Selasa (14/4/2020).

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan berharap keputusan ini dapat mencegah beberapa wilayah yang belum melaporkan kasus dari terjangkit wabah.

"Permintaan saya kepada semua warga negara saya adalah bahwa virus corona tidak akan diizinkan untuk menyebar ke seluruh wilayah baru apa pun taruhannya," kata Modi, menurut CNN International.

"Kita harus sangat berhati-hati tentang titik api [pusat penyebaran virus]. Kita harus terus mengawasi tempat-tempat yang diprediksi menjadi titik api."



Modi mengatakan perpanjangan lockdown akan berlangsung hingga 3 Mei mendatang. "Sampai 3 Mei, kita semua harus tetap terkunci. Selama waktu ini, kita harus mengikuti disiplin yang sama seperti yang telah kita lakukan,"

Pemerintah India pertama kali memberlakukan lockdown pada 24 Maret dan dijadwalkan berakhir pada 14 April kemarin. Pada saat lockdown berlangsung, hanya layanan penting yang boleh beroperasi seperti layanan air, listrik, layanan kesehatan, layanan pemadam kebakaran, dan toko kelontong.

Semua toko reguler, perusahaan komersial, pabrik, bengkel, kantor, pasar dan tempat ibadah ditutup. Sistem transportasi seperti bus dan metro antar negara telah ditangguhkan. Kegiatan konstruksi juga dihentikan selama periode ini.

Meski bertujuan untuk menekan angka kasus baru corona, namun pada kenyataannya perpanjangan lockdown ini telah memicu kericuhan di antara warga, utamanya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Itu dikarenakan banyak dari warga dengan ekonomi menengah ke bawah tidak dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan akibat semua pembatasan yang berlaku.

Sebagaimana dilaporkan AL-Jazeera, lockdown telah membuat jutaan buruh dengan gaji harian tiba-tiba kehilangan pekerjaan mereka. Akibat lockdown juga ratusan ribu orang berbondong-bondong menuju ke desa asal mereka, yang banyak diantaranya menempuh jarak ratusan kilometer dengan berjalan kaki.

"Beberapa meninggal di jalan, sementara yang lain dijauhi oleh penduduk setempat ketika mereka berhasil kembali ke desa mereka," tulis media itu, Selasa (14/4/2020).

"Yang lain terdampar di kota-kota dalam kondisi berdesakan dan lingkungan yang tidak bersih di mana virus dapat menyebar dengan cepat."




Di sektor pertanian, lockdown telah membuat petani kekurangan buruh untuk membantu memanen tanaman dan ribuan truk yang mengangkut pangan telah mengalami kesulitan pengantaran. Padahal, pertanian adalah pondasi ekonomi India.

Meski demikian, pemerintah telah mencoba melakukan berbagai upaya untuk membantu kaum miskin di negara terpadat kedua di dunia itu. Di New Delhi misalnya, pemerintah menyediakan ratusan ribu makanan gratis untuk membantu mereka yang terdampak lockdown agar tidak kelaparan.

Modi juga telah mengumumkan bahwa pemerintah sedang mengupayakan pedoman terperinci untuk mengatasi masalah kaum miskin dan sektor pertanian di tengah lockdown.

"Sambil membuat pedoman baru, kami telah mengingat kepentingan pekerja miskin dan yang mendapat upah harian," kata Modi. "Pemanenan tanaman musim dingin juga sedang berlangsung. Pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian bekerja sama untuk memastikan petani menghadapi seminimal mungkin masalah."

Menurut Worldometers, India saat ini memiliki 11.487 kasus corona dengan 393 kematian dan 1.359 sembuh.

Bank Dunia (World Bank) sempat memprediksi kawasan Asia Selatan, termasuk India, akan terkena "resesi dalam" karena corona. Bahkan krisis adalah yang terburuk selama 40 tahun terakhir.

[Gambas:Video CNBC]


(res/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading