Heboh Keluarga Karyawan Kedubes AS Diminta Tinggalkan RI

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
05 April 2020 10:24
Penyebaran virus corona (Covid-19) di Tanah Air yang begitu cepat membuat sejumlah perwakilan negara sahabat.
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran virus corona (Covid-19) di Tanah Air yang begitu cepat membuat sejumlah perwakilan negara sahabat seperti Amerika Serikat (AS) dan Polandia mengeluarkan instruksi kepada warganya. Mereka memberikan himbauan kepada warganya untuk meninggalkan Indonesia.

Melalui situs resmi Kedutaan Besar AS di Indonesia, pemerintah AS memerintahkan keluarga karyawan Kedubes AS dan Konjen AS berumur di bawah 21 tahun untuk meninggalkan Indonesia.

"Departemen Luar Negeri membuat keputusan ini karena bukti Covid-19 di Indonesia, kapasitas medis di Indonesia saat ini, dan ketersediaan penerbangan saat ini dari Indonesia," tulis pernyataan tersebut.


Pernyataan ini juga menyatakan bahwa warga AS yang berada di luar negeri diminta untuk kembali ke AS. Pengecualian bagi warga AS yang tinggal di luar negeri untuk waktu yang lama.

"Warga negara AS yang ingin meninggalkan Indonesia harus membuat pengaturan perjalanan secepat mungkin, karena penerbangan komersial masih tersedia, meskipun sudah berkurang," ujar pernyataan tersebut.

Namun Atase Bidang Politik, Ekonomi & Konsuler Kedutaan Besar Republik Polandia di Jakarta Michał Węglarz mengatakan tidak ada perintah meninggalkan Indonesia.

Adapun pemerintah Polandia menyediakan dua pesawat sewa untuk memfasilitasi para warga yang ingin keluar dari Indonesia dan kembali ke Polandia.


"Kami menyiapkan dua penerbangan charter. Masing-masing (mengangkut) sekitar 280 penumpang, 99% dari mereka adalah warga Polandia. Masih ada beberapa warga Polandia yang berada di Indonesia yang belum memutuskan untuk kembali," kata Weglarz melalui sebuah pesan singkat kepada CNBC Indonesia, Jumat (27/3/2020).

Tidak ada paksaan, pemerintah Polandia memberikan kebebasan bagi warganya apakah mau kembali atau tetap di Indonesia.


Media asing pun tak ketinggalan menyoroti perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia. Apalagi tingkat kematian atau case fatality ratio (CFR) saat ini di atas 8,0%.

Melansir dari detikhealth dari The Guardian, tingginya CFR Covid-19 di Indonesia karena kasus tak terdeteksi. Para ahli dari London School of Hygiene & Tropical Medicine bahkan melaporkan Indonesia baru melaporkan 2% dari seluruh kasus yang ada.

"Indonesia, negara dengan populasi keempat terbesar di dunia, lambat dalam melakukan tes Covid-19," tulis media Inggris itu pada Jumat (27/3/2020).

The Guardian menuliskan hanya dilakukan pengujian terhadap beberapa ratus sampel di awal Maret. Sementara banyak kasus mulai terdeteksi pada bulan Februari di hampir seluruh negara Asia Tenggara. Sedangkan Indonesia baru melaporkan kasus pertama pada 2 Maret.

Media asing Reuters tidak ketinggalan ikut menyoroti kesiapan sistem kesehatan di Indonesia menghadapi Covid-19. Sebagai perbandingan Indonesia disebut haya memiliki 12 tempat tidur rumah sakit per 10 ribu penduduk. Sementara Korea Selatan memiliki 115 tempat tidur rumah sakit per 10 ribu penduduk.

Jumlah tenaga dokter Indonesia juga terbilang masih kalah dari Italia yang sekarang sudah kewalahan menghadapi Covid-19. "Meski sekarang hanya ada ratusan orang yang dirawat karena virus corona, para dokter Indonesia mengaku pada Reuters bahwa sistem kesehatan sudah sangat terbebani," tulisnya.

Lalu kesiapan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan masih sangat kurang. "Banyak tenaga medis yang kekurangan alat pelindung diri dengan satu orang dokter mengaku sampai harus memakai jas hujan.


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading