Hadapi Corona, Wapres Minta MUI Keluarkan Sejumlah Fatwa

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
23 March 2020 15:06
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia dan Ormas Islam mengeluarkan fatwa untuk dua kondisi.
Jakarta, CNBC Indonesia- Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia dan Ormas Islam mengeluarkan fatwa untuk dua kondisi. Pertama fatwa jika terjadi kesulitan mengurus jenazah penderita virus corona atau COVID-19, karena kurangnya petugas medis atau situasi lain.
Kesulitan tersebut membuka kemungkinan jenazah tidak dimandikan.

"Ini yang menjadi penting agar semua pihak ikut bersama bergerak sesuai dengan arah dan gerakan yang dilakukan oleh pemerintah baik nasional atau daerah dengan semua tokoh masyarakat," kata Ma'ruf dalam konferensi pers, Senin (23/03/2020).


Ma'ruf juga meminta tidak melakukan shalat berjamaah untuk kawasan tertentu, yang fatwanya sudah dikeluarkan oleh MUI. Kondisi lain yang membutuhkan fatwa adalah bagi petugas medis yang mengenakan APD, dan tidak bisa melepasnya hingga 8 jam.


Dia mengatakan kondisi ini membutuhkan fatwa agar bisa melaksanakan shalat tanpa harus wudhu. Hal-hal tersebut menurut Ma'ruf sudah terjadi pada petugas medis, dan harus ada fatwanya.

"Saya mohon ada fatwa, tentang kebolehan shalat tanpa wudhu, ini penting agar petugas menjadi tenang. Hal ini sekarang sudah dihadapi petugas medis, makanya saya minta membuat fatwa untuk dua hal itu," kata Ma'ruf.

Ma'ruf juga mengingatkan pemimpin daerah, ulama dan gugus tugas menaati seruan pemerintah untuk tidak menyelenggarakan pertemuan atau perkumpulan. Wapres juga menekankan menjaga jarak atau social distancing untuk mencegah penyebaran corona semakin luas. Pemerintah Daerah yang wilayahnya belum terjangkit corona pun diharapkan tetap waspada dan melakukan social distancing.

Sebelumnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, Jumat pagi (20/3) menggelar konferensi pers dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar.

"Saya selaku ketua gugus tugas bersama Prof Dr KH Nasaruddin Umar, menyampaikan yang sakit karena corona mencapai ratusan ribu orang. Hampir semua negara. Yang meninggal dunia mendekati angka 10 ribu jiwa. Ancaman wabah ini hendaknya bisa dipahami oleh seluruh warga Indonesia," kata Doni.


Ia menegaskan kembali bahwa potensi ancaman corona dapat menimbulkan kematian. Sehingga Doni kembali berpesan agar warga sementara waktu menjaga jarak dimanapun berada. Selain itu hindari kerumunan. Semaksimal mungkin semua kegiatan di rumah sehingga mudah-mudahan bisa terhindar dari wabah ini.

"Oleh karena ini apabila kita bisa melaksanakan ini dengan baik, kita bisa menjadi pahlawan kemanusiaan," kataDoni.

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading