Kota Besar AS Lockdown, Trump: Tak Perlu Secara Nasional

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
21 March 2020 14:16
Trump menegaskan tidak pelrlu lockdown nasional. Alasannya penyebaran virus corona di beberapa negara bagian AS tak sebanyak negara bagian padat penduduknya.
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam rangka membendung penyebaran virus corona (Covid-19) New York dan Illinois mulai Jumat (20/3/2020) mulai melakukan lockdown. Meski demikian Presiden Donald Trump masih percaya diri dengan menyatakan Amerika Serikat sudah "memenangkan" perang, padahal ada peningkatan cepat penambahan kasus dan kematian.

Langkah sebagian kota-kota besar di Amerika, seperti, New York, Los Angeles dan Chicago  menutup diri juga diikuiti negara bagian New Jersey dan Connecticut. Namun Trump menegaskan tidak pelrlu lockdown secara nasional. Alasannya penyebaran virus corona di beberapa negara bagian AS tidak sebanyak yang padat penduduknya.

Gubernur New York Andrew Cuomo kemarin memerintahkan membatasi kegiatan bisnis yang tidak penting serta melarang adanya pertemuan di negara bagian New York. Ini dilakukan sehari setelah mitranya Gubernur California Gavin Newsom mengatakan kepada 40 juta penduduknya untuk tinggal di rumah.


"Kita semua berada di karantina sekarang," kata Cuomo kepada wartawan, memperingatkan denda sipil dan penutupan wajib bagi siapa pun yang melanggar perintah, yang mulai berlaku pada Minggu malam sebagaimana dikutip dari AFP.


Jumlah kematian kasus Covid-19 meningkat menjadi 249 - lebih dari dua kali lipat dalam tiga hari - dengan lebih dari 19.000 infeksi yang dikonfirmasi, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins. Di antara kasus-kasus baru itu adalah seorang staf di kantor Wakil Presiden Mike Pence, penanggung jawab Washington terhadap wabah coronavirus.

"Baik Presiden Trump maupun Wakil Presiden Pence tidak memiliki kontak dekat dengan individu tersebut," ungkap sekretaris pers Pence Katie Miller.

Gubernur Illinois J.B Pritzker memerintahkan langsung himbauan untuk tinggal di rumah demi menghindari hilangnya potensi puluhan ribu jiwa. Pesan ini sudah diberlakukan mulai Sabtu malam hingga 7 April, tambah Pritzker. "Satu-satunya strategi yang tersedia bagi kita untuk membatasi peningkatan dalam kasus," katanya.

Kepala Korps Insinyur Angkatan Darat AS Todd Semonite mengatakan agensi tersebut sedang mengerjakan perbaikan lebih dari 10.000 kamar hotel dan asrama di New York menjadi rumah sakit sementara untuk mengurangi beban di pusat-pusat kesehatan.

"Kami ingin berpikir kami bisa melakukan ini dalam tiga atau empat minggu dan mencoba untuk pergi secepat mungkin," katanya.


Jumlah infeksi yang dikonfirmasi di negara bagian New York melonjak melewati 8.000 pada hari Jumat, sebagian besar karena peningkatan pengujian, ketika Cuomo mengumumkan ia akan mengeluarkan perintah eksekutif yang mengamanatkan bahwa hanya bisnis-bisnis penting yang dapat tetap buka mulai Minggu malam.

Layanan penting termasuk toko kelontong, apotek dan pengiriman makanan. Cuomo mengatakan "pertemuan non-esensial individu dari berbagai ukuran" dibatalkan.

Arahan seluruh negara bagian California, yang mulai berlaku Kamis malam, juga menginstruksikan penduduk untuk tetap di rumah kecuali diperlukan. Ini memungkinkan pompa bensin, apotek, bank, dan layanan binatu tetap terbuka sementara restoran masih dapat menyediakan take-out dan pengiriman.

"Mereka mengambil langkah-langkah kuat. Saya memuji mereka," kata Trump, merujuk pada Cuomo dan Newsom.

Trump juga mengumumkan Jumat bahwa Amerika Serikat dan Meksiko telah sepakat untuk membatasi perjalanan yang tidak penting melintasi perbatasan mereka mulai hari Sabtu. Dia mengatakan langkah itu, mirip dengan yang sudah diumumkan dengan tetangga utara Kanada, diperlukan untuk mencegah penyebaran coronavirus "Ke agen perbatasan kita, migran dan masyarakat luas." (*)

[Gambas:Video CNBC]




(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading