98% Pangan DKI dari Luar: Ada Corona, Stok Sudah Aman?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 March 2020 14:37
Pengusaha mengingatkan pemerintah untuk memastikan stok bahan pokok dan penting (bapokting) dijaga di tengah wabah corona.
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah wabah virus corona (COVID-19) serta isu lockdown, pengusaha mengingatkan pemerintah untuk memastikan stok bahan pokok dan penting (bapokting) dijaga. Salah satunya di DKI Jakarta.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyebut pemerintah harus sigap agar bisa menjaga psikologi pasar.

"Kondisi ekonomi kita gini (menurun), supaya masyarakat jangan ada kepanikan dan harga gejolak bahan pokok terjadi, Pemerintah harus betul-betul memastikan kita memiliki stok pangan berlimpah menjelang Ramadhan dan itu harus tersedia 10 hari menjelang Ramadhan," kata Sarman kepada CNBC Indonesia, Kamis (19/3).


Kebutuhan bapokting untuk masyarakat Jakarta terbilang besar, sebanyak 98% diantaranya dipenuhi oleh daerah lain. Jika tidak mengambil langkah cepat, bukan tidak mungkin jika nantinya stok bahan pokok di Jakarta akan kekurangan.

"Kita harus menjaga psikologi pasar, artinya psikologi pasar akan melihat apa betul beras, daging, tepung bawang gula kita apa sudah ready. Apa siap di gudang dan setiap saat bisa dilontarkan ke pasar?" katanya.

Ia menyebut pemerintah provinsi DKI Jakarta harus bergerak cepat dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok dan penting (bapokting). Ia bilang 98% kebutuhan masyarakat Jakarta dipenuhi oleh wilayah luar, seperti Jawa Barat, Jawa Timur hingga luar pulau.

"Apalagi Jakarta barometer kita. Nah daerah pen-supply seperti Jatim, Jateng, Jabar dan Sumatera mereka juga akan ketat angkanya. Artinya mereka tidak akan berikan keluar daerahnya kalo mereka ngga surplus. Mereka akan utamakan warga lokalnya dulu dengan kondisi ini untuk kepastian ketersediaan harga pokok pangan di ramadhan," kata Sarman.

Ia bilang masing-masing daerah bakal lebih dulu menjaga stabilitas pangan di daerahnya. Salah satu opsi yang perlu diambil adalah impor.

"Jadi ini saatnya pemerintah evaluasi berapa sih stok kita? berapa sih yang bisa di-supply dari lokal? kalau nggak bisa segera impor ini nggak ada waktu lagi," sebut Sarman yang juga menjabat Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta.

Jika tidak mengambil langkah cepat, bukan tidak mungkin jika nantinya stok bahan pokok di Jakarta akan kekurangan.

"Kita harus menjaga psikologi pasar, artinya psikologi pasar akan melihat apa betul beras, daging, tepung bawang gula kita apa sudah ready. Apa siap di gudang dan setiap saat bisa dilontarkan ke pasar?" tanya Sarman.



Menurutnya, dengan harga stabil, maka konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat bisa terjaga.

Berikut data kebutuhan pokok pangan per hari di Jakarta:

  1. Beras 1.895 Ton
  2. Gula Pasir 188 Ton
  3. Minyak Goreng 380 Ton
  4. Telur Ayam 228 Ton
  5. Daging Sapi/ Kerbau 165 Ton
  6. Daging Ayam 1.000 Ton
  7. Tepung 834 Ton
  8. Bawang Merah 68 Ton
  9. Bawang Putih 52 Ton
  10. Cabai 243 Ton
  11. Buah - Buahan 1.000 Ton
  12. Sayur - Mayur 1.177 Ton
  13. Ikan 566 Ton

Direktur Utama Perumda PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengklaim semua rencana masih berjalan baik hingga saat ini, termasuk dalam ketersediaan stok menjelang bulan ramadhan dan momen lebaran nanti.

"Sejauh ini di Jakarta pangan Insya Allah menghadapi lebaran dan puasa aman, dan kita jaga nggak ada anomali berlebihan," sebut Arief kepada CNBC Indonesia, Kamis (19/3).

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan perkembangan penanganan virus Corona (COVID-19). Anies mengatakan stok kebutuhan pangan di Jakarta cukup baik.

"Stok kebutuhan pangan di Jakarta cukup baik," kata Anies dalam jumpa pers di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2020).

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Tanpa Lockdown, Dua Negara Ini Sukses Lawan Corona


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading