Catat Ya, Jokowi & Luhut Sebut RI Belum Perlu Lockdown!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
17 March 2020 08:15
Lockdown belum perlu di Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Virus corona atau COVID-19 masih menjadi momok bagi sebagian masyarakat di seluruh Indonesia. Bahkan beberapa negara telah menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran virus.

Bagaimana dengan Indonesia?





"Tidak ada kita berpikir ke arah kebijakan lockdown," tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Jokowi menggarisbawahi pemerintah saat ini berupaya mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain, menjaga jarak dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko besar penyebaran COVID-19.

"Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah perlu terus untuk kita gencarkan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan tetap menjaga pelayanan kepada masyarakat baik kebutuhan pokok, kesehatan dan layanan lainnya," tegas Jokowi.




Jokowi menegaskan tidak boleh kebijakan pusat dan daerah berbeda, terutama soal lockdown. Eks Gubernur DKI Jakarta itu bahkan melarang keras daerah untuk memberlakukan lockdown.

"Semua kebijakan baik kebijakan Pemerintah Pusat maupun kebijakan Pemda akan dan harus ditelaah secara mendalam agar efektif menyelesaikan masalah dan tidak semakin memperburuk keadaan."

"Perlu saya tegaskan yang pertama bahwa kebijakan lockdown baik di tingkat nasional maupun daerah adalah kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan ini tidak boleh diambil pemda. Sampai saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown," katanya

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun telah buka suara soal wacana untuk lockdown Indonesia di tengah mewabahnya COVID-19.

"Kita belum berpikir ke situ, setiap negara punya cara sendiri-sendiri. Tekankan di kontrol, dari belajar di sekolah ke konferensi dan tidak banyak bertemu," ujarnya di kantor Kemenko Marves, Jakarta.

Saat ini, beberapa instansi juga bergerak dari kesadaran untuk keamanan mulai dari BUMN, di kementerian termasuk Kementerian Perhubungan, dan juga kantor Kemenko Marves sudah mulai meniadakan rapat-rapat tatap muka.

"Ini jadi belajar, ke depan bisa banyak melakukan hal seperti ini tidak perlu travelling."


[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading