Internasional

Lawan Corona, di Negara Ini Orang Timbun Ganja Bukan Masker

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
17 March 2020 08:41
Orang-orang di Belanda ramai-ramai menimbun ganja untuk persediaan selama masa lockdown.

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah merebaknya wabah virus corona (COVID-19), banyak negara yang telah atau baru berencana melakukan penutupan (lockdown) sebagian atau seluruh wilayahnya.

Biasanya di saat-saat seperti ini para warga negara tersebut akan mengantri di depan supermarket atau apotik untuk memasok makanan dan obat-obatan sebanyak mungkin. Sebab selain untuk meminimalisir kegiatan keluar rumah, selama masa lockdown berlangsung toko-toko dan restoran juga banyak yang ditutup.

Namun, tidak demikian dengan warga Belanda. Di saat isu lockdown untuk menghindari penyebaran COVID-19 makin santer bergema, warga di Negeri Kincir Angin malah banyak yang mengantri di depan toko-toko yang menjual ganja. Mereka berniat untuk mendapatkan sebanyak mungkin ganja untuk memenuhi kebutuhan selama masa lockdown.



Kegiatan unik itu terlihat di depan hampir semua kedai kopi yang menjual ganja di Belanda pada Minggu (15/3/2020). Sebagaimana dilaporkan Jennifer Rankin, koresponden Guardian di Brussels, orang-orang mulai ramai mengantri setelah mendapat pengumuman bahwa kedai kopi serta kafe dan restoran di negara itu akan ditutup sampai 6 April.

Seorang siswa di Amsterdam bernama Juan, mengatakan bahwa dia telah membeli sembilan potong kue berisi ganja (space cake) untuknya dan delapan teman sekamarnya.

"Setidaknya akan menjadi sedikit lebih menyenangkan dalam beberapa minggu mendatang (karena ada ganja). Kami telah menghubungkan dua Playstation. Kue space cake itu untuk nanti. Malam ini kami akan mulai dengan maraton Harry Potter." kata pelanggan berusia 21 tahun itu, menurut Guardian.

Belanda memang telah berencana untuk menyusul negara-negara Eropa lainnya, seperti Italia dan Spanyol, untuk melakukan lockdown setelah kasus COVID-19 meningkat di negara itu.

Para menteri Belanda telah memutuskan dalam pertemuan krisis pada hari Minggu untuk menutup sekolah dan tempat penitipan anak hingga setidaknya 6 April. Toko-toko, restoran, klub-klub, kafe ganja, dan klub olahraga juga akan ditutup.

"Keputusan untuk menutup restoran dan toko-toko itu diambil untuk mencegah kunjungan/pariwisata yang tidak diinginkan dari Belgia," kata Menteri Kesehatan Bruno Bruins.

Belgia merupakan salah satu negara Eropa yang melaporkan kasus corona. Di Belgia saat ini ada 886 kasus corona dengan empat kematian dan hanya satu pasien sembuh. Negara ini telah melakukan penutupan pada toko-toko dan restorannya pada Sabtu.




Sementara itu di Belanda saat ini ada 1.135 kasus corona dengan 20 kematian dan dua pasien sembuh, menurut Worldometers.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte diperkirakan akan menyampaikan pidato kenegaraan mengenai penutupan ini di televisi malam ini. Itu akan menjadi kali pertama pemimpin negara Belanda menyampaikan pidato semacam itu sejak krisis minyak pada awal 1970-an.

[Gambas:Video CNBC]




(res/res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading