Pasien Pertama Positif Corona Meninggal di RSUP Sanglah Bali

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
11 March 2020 15:59
Pasien Pertama Positif Corona Meninggal di RSUP Sanglah Bali
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengonfirmasi pasien yang positif terjangkit SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, meninggal dunia di RSUP Sanglah, Rabu (11/3/2020) dini hari tadi. Hal itu disampaikan Indra kepada wartawan di kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (11/3/2020).

"Ya tadi pagi pukul 02.45 WITA saya mendapatkan informasi dari RSUP Sanglah bahwa salah satu pasien dalam pengawasan Covid-19 meninggal dunia pada pukul 02.45 WITA. Ini adalah warga negara asing berjenis kelamin perempuan usianya 53 tahun," katanya seperti dilansir detik.com.

WNA itu baru empat hari lalu masuk wilayah Indonesia. Dia juga memiliki komplikasi penyakit, yaitu hipertensi, hipertiroid, diabetes, dan Chronic Obstuctive Pulmonary Disease (COPD).


Pasien tersebut awalnya dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (10/3/2020). Pasien itu termasuk dalam imported case atau terinfeksi virus dari luar Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan seorang pasien yang positif terjangkit SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020) dini hari WIB.

Menurut Yuri, sapaan akrab Achmad Yurianto, WNA berjenis kelamin perempuan dan berusia 53 tahun itu meninggal dunia bukan karena virus corona. Seperti apa penjelasannya?



"Betul bahwa coronavirus ini akan memperburuk daya tahan tubuh dia dan ini akan membuat penyakit-penyakit dasar yang dia miliki menjadi semakin parah. Tidak pernah kita dapatkan meninggal karena coronavirus sendiri. Selalu adalah komplikasi," ujar Yuri.

Seperti diketahui, pasien itu sudah dirawat sejak empat hari lalu. Selain karena virus corona, Ia juga menderita diabetes hingga gangguan paru-paru.

"Beberapa kasus yang meninggal yang kita pelajari dari beberapa negara biasanya karena sepsis, infeksi di seluruh pembuluh darah yang disebabkan karena bakteri, bukan karena virus," kata Yuri.

"Daya tahan tubuh yang jelek inilah yang kemudian bakteri yang semula tidak menimbulkan penyakit akan menjadi oportunis, menjadi masalah dengan tidak dikendalikan populasinya dan menjadi masalah. Jadi bukan karena corona virus sebagai penyebab utama tapi itu yang membunuh kondisi dia," lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]






(miq/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading