Internasional

Corona Kian Merajalela, Italia Karantina Seluruh Wilayah

News - Linda Hasibuan & Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
10 March 2020 10:21
Kasus corona meningkat di Italia, pemerintah kunci seluruh negara.

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengumumkan akan memperluas karantina untuk menahan penyebaran wabah virus corona, dari yang sebelumnya hanya berlaku di wilayah Lombardy, menjadi ke seluruh negara.

Pengumuman itu disampaikan Conte pada Senin (9/3/2020), setelah negara itu melaporkan peningkatan pesat dalam jumlah kasus infeksi COVID-19.

Per Selasa pagi, wabah corona di Italia telah menjangkiti 9.172 orang dengan korban meninggal sebanyak 463 orang. Ini menjadikan Negeri Pizza sebagai negara terparah yang terdampak corona di luar China, pusat wabah.

Peraturan karantina massal ini akan melarang 60 juta penduduk di negara itu untuk bepergian selain untuk bekerja atau karena keadaan darurat. Selain itu, semua pertemuan publik akan dilarang digelar dan acara olahraga akan ditangguhkan. Keputusan itu dibuat untuk melindungi orang-orang yang paling rentan di negara itu, katanya.

Upaya karantina ini akan berlaku mulai Selasa hingga 3 April mendatang, kata Conte.

"Keputusan yang tepat hari ini adalah tetap di rumah," kata Conte, sebagaimana dilaporkan CNBC International. "Masa depan kita dan masa depan Italia ada di tangan kita. Tangan-tangan ini harus lebih bertanggung jawab hari ini daripada sebelumnya."

Lebih lanjut, Conte mengatakan bahwa sekolah dan universitas di seluruh negeri juga akan tetap ditutup hingga 3 April. Namun angkutan umum akan tetap beroperasi. Sementara semua restoran dan bar di seluruh negeri harus ditutup mulai jam enam sore.


Langkah yang diumumkan pemerintah Italia ini merupakan upaya pencegahan paling besar yang dilakukan sebuah negara di luar China. Namun demikian, Conte menyebut itu merupakan langkah yang tepat dilakukan untuk melindungi Italia.

"Kami tidak punya waktu. Angka-angka menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam infeksi, orang dalam perawatan intensif dan kematian," katanya. "Kebiasaan kita harus berubah sekarang. Kita harus mengupayakan segalanya untuk Italia."

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin, dikutip BBC, Conte juga menegaskan bahwa untuk sementara aktivitas warga Italia harus berubah dan hal terbaik ialah tetap di rumah.

"Terjadi pertumbuhan infeksi dan kematian yang tinggi [corona]. Kita semua harus ikut demi kebaikan kita bersama. Kita harus melakukannya sekarang, dan kita hanya akan bisa jika kita semua berkolaborasi dan beradaptasi dengan langkah-langkah yang lebih ketat ini," katanya.

Conte juga menegaskan semua acara olahraga termasuk pertandingan sepak bola ditangguhkan secara nasional. Sekolah dan universitas juga akan tetap ditutup hingga 3 April.

"Saya telah memikirkan pidato-pidato lama [Winston] Churchill. Ini adalah waktu kita yang paling gelap, tetapi kita akan berhasil," kata Conte.

Corona Makin Merajalela, Italia Kunci Seluruh NegaraFoto: Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)


"Tidak ada lagi kehidupan malam, kita tidak bisa membiarkan ini lagi karena itu adalah kesempatan untuk penularan [virus corona]," katanya.

Bertolak belakang dengan Italia yang terus melaporkan peningkatan kasus, pemerintah China justru menyebut kasus di dalam negeri terus menurun. Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak meragukan laporan China itu. Namun, mereka mengatakan penyebaran COVID-19 di luar China masih menjadi kekhawatiran karena telah menyebar ke lebih dari 100 negara.

"Itu ada di tangan kita. ... Di banyak negara, itu akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik," kata Dr. Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis program kedaruratan WHO.

Pejabat WHO mengatakan, sekitar 93% dari kasus global terkonsentrasi di empat negara: China, Korea Selatan, Italia dan Iran.

"Tentu saja, kita melihat cahaya di ujung terowongan, tetapi seberapa cepat kita sampai di sana tergantung pada apa yang dilakukan negara-negara itu."

Di China, ada hampir 81 ribu kasus terkonfirmasi, dengan kematian di atas 3.000 kasus, per Selasa pagi. Sementara secara global, wabah awal Wuhan, China ini telah menginfeksi 113,582 orang dengan korban jiwa sebanyak 3.996 orang, menurut Johns Hopkins CSSE.


[Gambas:Video CNBC]




(res/res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading