Sri Mulyani: Ada Corona, APBN Harus Bisa Jadi Solusi

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
09 March 2020 12:49
Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya tetap fokus memitigasi wabah covid-19 atau virus corona ke perekonomian negara.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya tetap fokus memitigasi wabah covid-19 atau virus corona ke perekonomian negara.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan pejabat Eselon II dan III di Kementerian Keuangan. Pasalnya lanjut dia, karena adanya wabah virus Corona di RI, APBN 2020 yang sedang dijalankan saat ini juga mengalami tekanan.

Sri Mulyani pun meminta kepada seluruh pimpinan yang menjabat saat ini, untuk memompa idenya untuk menggunakan instrumen fiskal yang ada dalam menghadapi dampak virus Corona ke perekonomian RI.


"Kita harus fokus, mitigasi dampaknya. Ini bukan teori lagi. Downside risk sudah terlihat betapa lumpuhnya negara dari RRT sampai Singapura. Semuanya terdampak," kata Sri Mulyani dalam memberikan sambutan pelantikan pejabat Eselon II dan III di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Senin (9/3/2020).

"APBN sebagai sumber solusi, tapi di satu sisi APBN juga mendapatkan tekanan. Kita sebagai bendahara negara harus mengantisipasi ini, agar tidak berdampak ke seluruh sistem, kita harus redam. Karena itu fungsi dan tanggung jawab APBN sebagai instrumen fiskal," kata Sri Mulyani melanjutkan.

Dalam menghadapi situasi saat ini, Sri Mulyani meminta kepada jajaran Kementerian untuk mereview lagi kebijakan-kebijakan di tahun sebelumnya, yang kemungkinan bisa digunakan kembali di situasi seperti saat ini.

"Kita bongkar pengalaman 30 tahun ke belakang, apa instrumen yang bisa kita pakai. Kita bongkar kebijakan-kebijakan yang pernah kita lakukan, kita review lagi. Sehingga kita terus mampu memformulasikan policy yang sesuai kita hadapi," ucapnya.

Untuk diketahui, aktivitas perdagangan di seluruh dunia hampir semuanya terhambat karena industri di China sudah dipastikan lumpuh. Akibatnya Indonesia yang selalu mengimpor bahan baku yang seharusnya di impor dari negara Tirai Bambu tersebut telah menghambat produktivitas di dalam negeri.

Di sisi lain, wabah corona membuat harga minyak dunia kian anjlok. Pada pukul 11.54 WIB, harga minyak telah anjlok lebih dari 25% dalam sehari. Brent melorot 28,1% ke US$ 32,26/barel. Sementara WTI anjlok lebih dalam sebesar 31,6% di bawah US$ 30/barel atau tepatnya di US$ 28,22/barel.

Sementara dalam APBN 2020 harga minyak dipatok US$ 63/barel. Artinya, ada potensi penurunan penerimaan negara dari PPh Migas dan PNBP migas. Kendati demikian, Sri Mulyani enggan berkomentar lebih jauh soal ke penerimaan negara secara keseluruhan.

"Untuk APBN, Tentu ini penerimaan minyak seperti selalu saya sampaikan selama ini kita hadapi harga yang melemah dan volume yang menurun, karena produksi kita turun, juga dari sisi nilai tukar," ujarnya.

"Seluruh postur APBN saya tidak akan berkomentar. Kita masih akan melihat seluruh perkembangan, karena saya tidak mau melihatnya sepenggal-sepenggal," kata dia melanjutkan.





[Gambas:Video CNBC]





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading