Internasional

Hampir 100 Ribu Kasus, Adakah Vaksin Obat Corona?

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
06 March 2020 11:43
Sejumlah negara kebut buat vaksin corona.
Jakarta, CNBC Indonesia - VirusĀ corona makin merajalela, menjangkiti sebanyak 98 ribu lebih orang di seluruh dunia per Kamis (5/3/2020). Sejak ditemukan di Wuhan, China, pada Desember, hingga kini virus ini telah menelan 3.383 korban jiwa.

Di luar China, virus ini telah menyebar ke 80 lebih negara sejauh ini. Akibatnya, banyak negara kelabakan mencari solusi demi mencegah penyebaran lebih lanjut, mengingat dampak corona tidaklah kecil.




Salah satu yang sedang diusahakan untuk membasmi wabah yaitu dengan menemukan vaksin bagi penyakit mirip SARS ini. Berikut adalah beberapa negara yang sedang mengupayakan vaksin bagi wabah COVID-19:

China

Negara yang menjadi pusat munculnya wabah dan juga yang paling parah terdampak ini telah berupaya menemukan vaksin bagi virus yang diduga berasal dari hewan buas tersebut. Mengutip laporan Vox, para ilmuwan China telah melakukan penelitian terhadap virus sesegera mungkin begitu wabah ditemukan.



Dari sana, perusahaan farmasi dan pusat penelitian negara itu kemudian memobilisasi dan mengembangkan cara-cara baru untuk mencegah dan mengobati COVID-19. Pembuatan vaksin ini juga dilakukan dengan mempelajari upaya-upaya masa lalu saat menangani wabah virus sejenis, termasuk MERS dan SARS.

Bahkan, menurut laporan Xinhua, Wu Yuanbin, direktur jenderal Sains dan Teknologi untuk Pembangunan sosial dengan Kementerian Sains dan Teknologi (MOST) China, telah mengumumkan publikasi pedoman untuk studi klinis obat-obatan dan vaksin untuk corona.

Pedoman ini memberikan prioritas pada obat-obatan yang sudah dipasarkan, dan yang kemanjurannya telah terbukti dalam penelitian hewan dan in vitro.

Selain itu, dalam banyak kasus, otoritas China, rumah sakit, dan perusahaan juga dilaporkan sedang melakukan penelitian. Salah satunya adalah proyek vaksin mRNA lain, yang berbasis di Rumah Sakit Shanghai Timur, Universitas Tongji. CEO Stermina mengatakan kepada media pemerintah China pada akhir Januari bahwa proses pengerjaan sudah dimulai, dan dosis bisa siap untuk diuji coba pada manusia sekitar bulan Maret, lapor Wired.

Di sisi lain Al Jazeera melaporkan, sejauh ini ada 293 uji klinis pada berbagai obat yang diyakini memiliki kemampuan untuk melawan virus corona baru, menurut data terbaru dari Chinese Clinical Trial Registry China.

Rusia

Kementerian Kesehatan Rusia telah mulai mengembangkan vaksin COVID-19 dan sedang dalam negosiasi dengan para ilmuwan China untuk mendapatkan bahan biologis, kata Wakil Menteri Kesehatan Rusia Sergei Krayevoy pada kantor berita TASS Januari lalu.

"Kami telah mulai bekerja [pada vaksin], tetapi kami harus menyelesaikan beberapa masalah mendasar di sini. Pertama, kami membutuhkan spesimen hewan yang sesuai. Kedua, kami membutuhkan virus yang hidup. Suatu upaya sedang dilakukan dengan rekan-rekan Tiongkok kami untuk mendapatkan bahan biologis yang sesuai," kata Krayevoy. Ia juga mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan Rusia sedang mengembangkan sistem uji diagnostik.

Namun baru-baru ini pada Rabu, Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan akan memakan waktu antara delapan hingga sepuluh bulan untuk mengembangkan vaksin untuk virus corona.

"Saat ini proses pengembangan vaksin bukan waktu yang singkat. Vaksin sedang dikembangkan setidaknya selama delapan hingga sepuluh bulan, ini baru tahap awal tanpa uji klinis," kata Murashko, mengutip kantor berita Interfax.

[Gambas:Video CNBC]





Dari AS hingga Indonesia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading