WHO Klaim Virus Corona Bukan Lagi Wabah Darurat, Kok Bisa?

News - suhendra, CNBC Indonesia
25 February 2020 07:50
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak lagi menggunakan istilah pandemi pada wabah virus corona atau penyakit COVID-19
Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak lagi menggunakan istilah pandemi pada wabah virus corona atau penyakit COVID-19. Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic mengatakan virus ini sudah tidak lagi menginfeksi banyak orang, meskipun keadaannya masih darurat dan berpotensi menyebar lebih luas ke negara-negara yang belum terinfeksi.

Selain itu, WHO juga sudah tidak lagi menggunakan istilah-istilah lama seperti pandemi tersebut. Pandemi merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan wabah patogen baru yang menyebar dengan mudah dari orang ke orang di seluruh dunia.

"Demi klarifikasi, WHO tidak menggunakan sistem lama dari 6 fase. Misalnya, dari fase 1 (tidak ada laporan tentang influenza hewan yang menyebabkan infeksi pada manusia) hingga fase 6 (pandemi) dari wabah H1N1 pada tahun 2009 lalu," katanya, dikutip dari Reuters.


Lebih lanjut, Jasarevic mengatakan kini negara-negara yang terinfeksi setidaknya sudah melakukan tindakan preventif dalam penyebaran virus ke luar. "Namun mereka harus tetap waspada terhadap kemungkinan virus yang berkembang biak," ujarnya.

"Selain definisi dan terminologi, saran kami tetap sama, dan kami terus bekerja dengan negara-negara untuk membatasi penyebaran virus sambil juga mempersiapkan kemungkinan penyebaran yang lebih luas," tambahnya.

Saat bersamaan kekhawatiran akan virus corona masih berkembang setelah kenaikan tajam angka kasus-kasus baru terkonfirmasi di Iran, Italia dan Korea Selatan beberapa waktu lalu. Namun, di sisi lain, China sebagai sumber awal wabah corona, sempat melonggarkan pembatasan pergerakan di beberapa tempat termasuk Beijing karena angka kasus terinfeksi berkurang.

Namun, untuk jumlah kematian meningkat menjadi 150 kasus dari 97 kasus dalam periode yang sama. Sebelumnya, China memiliki 409 kasus virus corona baru yang dikonfirmasi pada hari Minggu, (23/2/2020) lalu, dan pada Senin setelahnya, jumlah kasus terkonfirmasi turun sebanyak 648 kasus.

Berdasarkan data Arcgis pada Senin (24/2/2020) pukul 17:00 WIB, kasus virus corona yang terkonfirmasi naik dari 79,360, naik menjadi 79,434. Lebih lanjut, kasus kematian hanya naik 1 kasus dari 2,619 menjadi 2,620 kasus. Sedangkan kasus yang berhasil disembuhkan naik 140 kasus dari 24,963 menjadi 25,103 kasus.

Kini jumlah total kasus virus corona yang dikonfirmasi di China adalah 77.150 kasus dengan 2.592 kasus kematian akibat wabah tersebut.

Selain China dan Korea Selatan, virus ini juga ditemukan di negara Singapura, Jepang, Hong Kong, Thailand, Taiwan, Malaysia, Jerman, Vietnam, Amerika Serikat, Australia, Prancis, MaKau, Uni Emirat Arab, dan Inggris.

Selanjutnya kasus virus corona juga ada di Kanada, Italia, Filipina, India, Iran, Rusia, Spanyol, Nepal, Kamboja, Belgia, Finlandia, Swedia, Sri Lanka, dan Mesir. Ada juga kasus terkonfirmasi di kapal pesiar Diamond Princess.

Lebih lanjut, setidaknya sudah ditemukan vaksin pertama untuk penyakit COVID-19 atau virus corona. Menurut Wakil Menteri Sains dan Teknologi China, Xu Nanping dalam konferensi pers pada Jumat, 21 Februari lalu mengatakan vaksin tersebut akan melalui uji klinis sekitar akhir April mendatang.

Sebelumnya, virus yang memicu penyakit tersebut sempat dinamai dengan 2019-nCoV atau Novel Coronavirus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengumumkan nama resmi untuk penyakit tersebut yaitu COVID-19.

COVID-19 merupakan singkatan dari kata 'corona', 'virus', dan 'disease'. Angka 19 yang ada di belakangnya mewakili tahun 2019 saat virus itu ditemukan.

Selain penyakitnya, virus yang menyebabkan wabah tersebut juga telah mendapatkan secara resmi. Komite Taksonomi Virus Internasional menetapkan nama baru virus corona baru di Wuhan yakni SARS-CoV-2.

Penamaan penyakit secara resmi ini bertujuan agar mencegah terjadinya kekeliruan atau stigma pada kelompok atau negara tertentu. Seperti dulu, dikenal dengan penyakit misterius mirip pneumonia akibat virus corona yang mewabah di Wuhan.


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading