Internasional

Penembakan Massal di Jerman, Pelaku Terkait Nazi

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
21 February 2020 13:46
Penembakan massal di Jerman terjadi di Jerman, sebanyak 9 orang tewas. Pelaku yang juga tewas meninggalkan pesan rasis.
Jakarta, CNBC Indonesia - Tersangka pria penembak mati sembilan orang di beberapa bar shisha diĀ Jerman sebelum membunuh dirinya sendiri dan ibunya, dikabarkan memasang manifesto secara online. Jaksa mengatakan manifesto tersebut termasuk teori konspirasi dan pandangan yang sangat rasis.

"Pada halaman beranda pelaku, dia telah memasang pesan video dan semacam manifesto yang, selain mengaburkan pikiran dan teori konspirasi yang tidak masuk akal, menunjuk pada pandangan yang sangat rasis," kata Jaksa Agung Peter Frank, dikutip dari Reuters, Jumat (21/2/2020).



Frank mengatakan bahwa sembilan orang yang ditembak mati memiliki latar belakang imigran. Kantornya kemudian mengatakan mereka termasuk warga negara Jerman dan orang asing berusia antara 21 dan 44 tahun. Enam orang lagi terluka dalam serangan itu, satu orang luka serius.

Penembakan Massal di Jerman, Pelaku Tinggalkan Pesan RasisFoto: Penembakan di dekat Kota Frankfurt, Jerman (AP Photo/Michael Probst)


Tersangka penembakan tersebut diidentifikasi sebagai warga Jerman bernama Tobias R (43). Menurut kepolisian setempat, Tobias ditemukan tewas dekat dengan pistol sesaat setelah penembakan pada Rabu, 19 Februari malam di Hanau, dekat Frankfurt. Ia tewas dengan ibunya yang berumur 72 tahun.



Sebanyak lima orang korban adalah warga negara Turki. Duta besar Ankara untuk Berlin mengatakan pemerintahnya menuntut tindakan tegas dalam saluran TRT Haber. Sementara korban lain adalah warga negara Bulgaria dan Bosnia.

Kanselir Angela Merkel mengutuk rasisme berujung kematian tersebut. "Rasisme adalah racun," katanya.

Ia berujar ini mengingatkan dengan pembunuhan yang terjadi Juni lalu terhadap politisi pro-migran Walter Luebcke, yang dilakukan sel jaringan neo Nazi, NSU. termasuk serangan anti Yahudi di Oktober 2019.

Wakilnya, Olaf Scholz, bahkan mencuit hal yang sama. "Secara politis, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa 75 tahun setelah kediktatoran Nazi ada teror nyata lagi" tulisnya.

Menurut keterangan saksi mata, Tobias yang bersenjata masuk ke dalam sebuah bar di pusat kota Hanau dan menembaki pengunjung di sana. Kemudian ia pergi ke bar kedua dan melepaskan tembakan lagi.

"Pertama-tama kami mendengar lima atau enam tembakan. Lalu saya melihat pria itu masuk. Saya sedang makan saat itu. Kami semua makan. Kami memberi perintah. Pria itu masuk," ujar seorang saksi bernama Muhammed, yang selamat. Ia merupakan keturunan Jerman-Turki.

"Kami 10 hingga 12 orang. Dua, tiga atau empat orang berhasil selamat. Saya salah satunya," lanjutnya sambil terisak.

Penembakan Massal di Jerman, Pelaku Tinggalkan Pesan RasisFoto: Penembakan di dekat Kota Frankfurt, Jerman (AP Photo/Michael Probst)


Petugas mengejar mobil meninggalkan tempat penembakan terakhir dengan terburu-buru. Kemudian mereka menemukan mayat tersangka Tobias dan ibunya yang berusia 72 tahun yang tewas karena tembakan.

Pasca kejadian tersebut, ribuan orang berkumpul untuk menyalakan lilin di sekitar 50 kota di Jerman pada Kamis, 20 Februari malam. Di Hanau, Presiden Frank-Walter Steinmeier mengatakan bahwa orang Jerman dan orang asing harus bersatu untuk mengalahkan rasisme.

"Kami berduka, kami mengambil bagian dalam main hakim sendiri dan kami melihat bahwa kami bersatu dalam berkabung dan melawan rasisme dan kekerasan," kata Steinmeier setelah meletakkan karangan bunga di luar salah satu bar shisha.

Konfederasi Komunitas Kurdistan di Jerman mengatakan beberapa korban adalah orang Kurdi dan menuduh para pemimpin politik Jerman tidak tegas dalam menentang terorisme dan rasisme sayap kanan. Jerman sendiri adalah rumah bagi tiga juta orang asal Turki, termasuk satu juta etnis Kurdi.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading